Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Lahan 10 Hektar di Balangan Terbakar, Diduga Akibat Pembakaran Lahan

M Dirga • Rabu, 23 Juli 2025 | 10:06 WIB

TRC BPBD bersama relawan berupaya memadamkan api yang di Desa Kusambi Hulu, Lampihong, Selasa sore (22/7). (Humas BPBD untuk Radar Banjarmasin)
TRC BPBD bersama relawan berupaya memadamkan api yang di Desa Kusambi Hulu, Lampihong, Selasa sore (22/7). (Humas BPBD untuk Radar Banjarmasin)

PARINGIN - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengancam wilayah Kabupaten Balangan.

Titik api muncul di Desa Kusambi Hulu, Kecamatan Lampihong, Selasa (22/7) sekitar pukul 16.50 Wita.

Luas area terdampak diperkirakan mencapai 10 hektar. Namun, hingga saat ini belum diketahui siapa pemilik lahan yang terbakar tersebut.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balangan Rahmi mengungkap dugaan awal api berasal dari aktivitas pembakaran di sekitar lokasi. Meski begitu, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.

“Dugaan sementara memang karena pembakaran. Tapi kami masih menelusuri untuk mengetahui sumber api secara pasti,” ujarnya kepada Radar Banjarmasin, Rabu (23/7).

Upaya pemadaman dilakukan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama sejumlah relawan dan instansi terkait.

Rahmi menyebut, akses menuju lokasi cukup memadai sehingga memudahkan mobil pemadam mendekati titik api. Selain itu, ketersediaan sumber air di sekitar lokasi juga sangat membantu proses pemadaman.

Berbagai unsur dilibatkan dalam penanganan karhutla ini. Di antaranya adalah TRC BPBD Lampihong, RC BPBD Balangan, serta sejumlah relawan pemadam kebakaran swasta seperti BPK Mandasau, BPK Pasundan, BPK HDT, BPK 2 Serangkai, dan BPK KBK.

“Tanpa kolaborasi ini, kebakaran bisa saja meluas ke area yang lebih besar,” tambah Rahmi.

Kebakaran tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, BPBD mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada, terutama di musim kemarau yang rawan karhutla.

“Kami imbau warga untuk tidak melakukan pembakaran lahan, apa pun alasannya. Sekecil apa pun api, bisa menjadi bencana besar jika tak segera ditangani,” tegas Rahmi.

Saat ini, BPBD Balangan terus memantau perkembangan di lapangan untuk mewaspadai kemunculan titik api baru.

Editor : Muhammad Syarafuddin
#karhutla #Balangan #Kebakaran