Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Siswa SMPN 10 Banjarmasin yang Berkelahi di Gang Sempit Kini Diangkat jadi Duta Keamanan Sekolah

Maulana Radar Banjarmasin • Senin, 21 Juli 2025 | 10:29 WIB
MEDIASI: Disaksikan Bhabinkamtibmas dan Babinsa Kelurahan Gadang, Kepala SMPN 10 Banjarmasin mempertemukan dan mendamaikan para orang tua siswa.
MEDIASI: Disaksikan Bhabinkamtibmas dan Babinsa Kelurahan Gadang, Kepala SMPN 10 Banjarmasin mempertemukan dan mendamaikan para orang tua siswa.

BANJARMASIN - Perkelahian siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 10 Banjarmasin viral di medsos (media sosial).

Perkelahian itu terjadi di sebuah gang sempit. Tampak siswa berseragam pramuka adu kuat dengan siswa berpakaian olahraga warna biru. Sementara teman-temannya hanya menonton tanpa melerai.

Video tersebut direkam seorang siswa, kemudian disebarkan ke salah satu grup relawan damkar dan menjadi viral.

Penelusuran Radar Banjarmasin, perkelahian itu terjadi pada Kamis (17/7/2025) siang di Gang Enam, Jalan AES Nasution, Banjarmasin Tengah, tak jauh dari sekolah.

Dikonfirmasi, Kepala SMPN 10 Banjarmasin, Syahrida membenarkan anak-anak didiknya lah yang terekam dalam video tersebut.

Dikatakannya, perkelahian itu terjadi usai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

"Mereka berdua, termasuk siswa yang berada di dalam video merupakan anak didik kami dari kelas VII," ungkap Syahrida, Ahad (20/7/2025).

Sebelum video itu menyebar, sebenarnya pihak sekolah sudah bertindak. Kedua siswa dipertemukan dan didamaikan.

"Pada Jumat (18/7/2025) mereka kami pertemukan untuk menyelesaikan masalahnya. Ternyata malam harinya videonya viral," sesalnya.

Perkelahian dipicu hal sepele. Lantaran bersenggolan, namun memanas karena diprovokasi teman-temannya. "Ada provokator," bebernya.

Mulanya, sekolah ingin mempertemukan kedua belah pihak orang tua siswa pada awal pekan ini. Tapi karena informasinya kian liar, pertemuan pun dipercepat.

"Tadi siang kami pertemukan kedua orang tua dengan disaksikan Bhabinkamtibmas dan Babinsa Kelurahan Gadang. Intinya permasalahan telah selesai, kedua belah pihak sepakat untuk membuat surat pernyataan," jelas mantan Kepala SMPN 4 Banjarmasin itu.

Namun, Syahrida tidak ingin menjatuhkan mental siswanya dengan memberikan sanksi atau hukuman keras.

Demi menjaga kondisi psikologis muridnya, ia memilih memberikan kesempatan kedua. Ia memberikan pilihan kepada mereka, apakah ingin melanjutkan sekolah, siap dididik, dan bersedia menaati aturan yang berlaku.

"Anak ini juga sudah mengakui kesalahannya dan meminta maaf. Ia menyatakan siap untuk berubah menjadi lebih baik," katanya.

"Ia tidak kami jauhi atau dicap buruk, justru akan kami jadikan sebagai Duta Keamanan Sekolah. Tugasnya adalah mengamati teman-temannya dan mencegah jika ada yang hendak melakukan pelanggaran," jelas Syahrida.

"Tentu bukan dengan cara sok berkuasa. Kalau ada teman yang berbuat salah, cukup laporkan kepada guru atau saya. Tujuannya adalah menjaga keamanan."

"Sambil tetap memperhatikan aspek mental dan psikologis anak ini. Saya akan berusaha memperbaiki mental si anak terlebih dahulu. Sebab kata orang tuanya si anak sempat hendak kabur dari rumah," sambungnya.

Syahrida mewanti-wanti para orang tua agar tidak memarahi apalagi memukuli anaknya. Apabila terjadi, dia berjanji akan melaporkannya.

"Anak berbuat begini karena faktor orang tua yang lengah. Jadi jangan lemahkan mental si anak, hingga mereka berani sama orang tua, akhirnya berdampak ke sekolah juga. Jadi percayakan pendidikan anak Anda pada kami, dan juga bantu kami untuk mendidik mereka," tutupnya.

Sementara itu, ibu siswa, Dahlia (41) mengaku telah diundang ke sekolah untuk bertemu orang tua siswa yang memukuli anaknya.

Dahlia mengaku takkan mengetahui kejadian yang menimpa putranya andaikan video itu tidak viral.

"Tidak ada bercerita. Pulang dari sekolah dia bermain dan mengaji seperti biasa," ujarnya.

"Pastinya masalah ini sudah selesai. Tidak ada cerita lain di balik ini. Kami berharap video yang sudah terlanjur beredar agar dihapus. Demi menjaga mental anak kami," harapnya.

"Saat ini anak saya sehat dan bermain layang-layang dengan teman sebayanya. Besok dia akan bersekolah seperti biasa," tegasnya. 

Editor: Syarafuddin

Editor : Arief
#viral di medsos #banjarmasin #gang sempit #Duta Keamanan Sekolah #Perkelahian