Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Gelar KIE di Perusahaan Sawit, BPBD: Pencegahan Lebih Murah daripada Pemadaman

Rasidi Fadli • Minggu, 20 Juli 2025 | 10:52 WIB
SOSIALISASI: Kabid Darlog BPBD Tapin, Achmad Syofyan memberikan materi di sosialisasi. Foto BPBD Tapin for Radar Banjarmasin
SOSIALISASI: Kabid Darlog BPBD Tapin, Achmad Syofyan memberikan materi di sosialisasi. Foto BPBD Tapin for Radar Banjarmasin

RANTAU – Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau dan potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), BPBD Tapin gelar menggelar sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Kebencanaan dan Penanganan Karhutla di perusahaan perkebunan kelapa sawit, Sabtu (19/7/2025).

Kegiatan ini berlangsung di area perkebunan dan diikuti sebanyak 60 peserta yang terdiri dari Tim Penanggulangan Keadaan Darurat perusahaan serta kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) dari sekitar areal kebun perusahaan.

Sosialisasi yang dimulai sejak pukul 08.00 Wita ini menghadirkan langsung Kepala Bidang Darurat dan Logistik BPBD Tapin, Akhmad Syofyan, yang memberikan pemaparan terkait pentingnya kesiapsiagaan berbasis komunitas dalam menanggulangi Karhutla.

“Masyarakat harus jadi garda terdepan. Kita tahu, pemadaman itu mahal. Tapi mencegah jauh lebih murah dan efektif,” tegas Syofyan.

Selain paparan materi mengenai standar sarana dan prasarana pengendalian Karhutla berdasarkan Permen LHK Nomor P.32 Tahun 2016, peserta juga mengikuti simulasi penanganan kebakaran di kawasan perkebunan.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam mengantisipasi Karhutla.

Sosialisasi ini diselenggarakan sepenuhnya atas dukungan dari perusahaan, sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung program lingkungan berkelanjutan.

Di mana kegiatan sosialisasi ini bertujuan membangun kesadaran kolektif masyarakat dan pelaku usaha, khususnya mereka yang berada di wilayah rawan Karhutla.

“Kami ingin semua pihak paham, tidak hanya soal bahayanya Karhutla, tapi juga langkah-langkah teknis pencegahannya. Mulai dari larangan membuka lahan dengan cara dibakar, hingga pentingnya peran aktif dalam sistem peringatan dini,” ujarnya.

Materi KIE mencakup penjelasan tentang risiko kesehatan, dampak ekonomi, hingga ancaman sosial dari kebakaran lahan.

Tak kalah penting, para peserta juga dibekali informasi soal sanksi hukum bagi pelaku pembakaran lahan.

Kegiatan seperti ini diharapkan dapat menekan angka kejadian Karhutla di Kabupaten Tapin dan sekitarnya.

Dengan semakin aktifnya peran MPA dan TPKD, penanggulangan Karhutla tak lagi hanya menjadi urusan pemerintah semata.

“Kunci utama Karhutla adalah edukasi dan komunikasi yang berkelanjutan. Jangan tunggu api membesar baru panik,” tutup Syofyan.

Editor: Arif Subekti

Editor : Arif Subekti
#karhutla #pemadaman #musim kemarau #Tapin #Kalsel