KOTABARU- Wakil Ketua DPRD Kotabaru, Awaludin dibuat geram. Informasi meninggalnya salah seorang pekerja tambang batubara di terowongan batubara di Kecamatan Kelumpang Barat, Kotabaru, Kalimantan Selatan, terkesan ditutup-tutupi.
Hal ini disampaikan Awaludin kepada Radar Banjarmasin, Minggu (13/7) malam melalui pesan WhatsApp.
“Saya dapat laporan dari Ketua Komisi ll, ada yang meninggal di PT SDE,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga mendapatkan laporan kejadian meninggalnya karyawan tambang batubara yang ada di Kotabaru ini sudah yang ketiga kalinya.
“Yang jelas, saya Wakil Ketua DPRD Kotabaru akan kembali memanggil pihak manajemen PT SDE atas kelalaian K3 di dalam perusahaan ini,” ucapnya.
Menurutnya, hal ini harus menjadi perhatian khusus, karena menyangkut hilangnya nyawa manusia.
“Saya juga dari Pimpinan DPRD akan menginstruksikan Komisi II untuk melakukan Sidak,” tegasnya.
Terpisah, Ketua Komisi ll DPRD Kotabaru, Abu Suwandi juga memberikan pesan singkat melalui WhatsApp kepada Radar Banjarmasin, Minggu (14/7) malam.
Isinya, kejadian ini juga akan dibawanya ke Pemerintah Pusat.
“Kejadian ini akan kita bawa ke pusat,” tulisnya singkat.
Editor : Arif Subekti