Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Keributan Antar Remaja di Teluk Tiram, Berawal dari Pertandingan Sepak Bola, Didamaikan di Polsek Banjar Barat

Maulana Radar Banjarmasin • Rabu, 9 Juli 2025 | 07:35 WIB
Keributan Antar Remaja di Teluk Tiram, Berawal dari Pertandingan Sepak Bola, Didamaikan di Polsek Banjar Barat
Keributan Antar Remaja di Teluk Tiram, Berawal dari Pertandingan Sepak Bola, Didamaikan di Polsek Banjar Barat

BANJARMASIN - Sebuah video yang merekam keributan antar remaja di kawasan Teluk Tiram ramai beredar di media sosial. Video itu narasi bahwa anak-anak muda itu membawa senjata tajam dan menyerang kelompok lain.

Menanggapi itu, Kapolsek Banjarmasin Barat Kompol Pujie Firmansyah melalui Kanit Reskrim Iptu Indra Permadi memberikan klarifikasi.

Ia menjelaskan kegaduhan tersebut hanya kesalahpahaman antar dua kelompok remaja yang telah diselesaikan secara kekeluargaan.

Menurut Iptu Indra, kejadian bermula saat digelar pertandingan sepak bola antara remaja Antasan Raden melawan remaja Gang Sepakat pada Ahad (29/6) di halaman SMPN 4 Teluk Tiram.

Pertandingan berlangsung panas dan sempat menimbulkan ketegangan di antara kedua tim. "Permainan berlangsung keras dan terjadi ketegangan, namun sempat diredam di lokasi," jelasnya.

Namun, masalah ternyata berlanjut. Besoknya, Senin (30/6) sekitar pukul 19.00 Wita, sekelompok remaja dari Antasan Raden datang ke Gang Sepakat untuk menyampaikan permintaan maaf.

Sayangnya, kedatangan mereka disalahartikan dianggap sebagai penyerangan, hingga terjadi keributan seperti yang viral di medsos.

"Akibat kejadian itu, seorang remaja dari Gang Sepakat mengalami luka di bagian punggung akibat sajam," ungkap Indra, kemarin (8/7).

Polisi yang menerima laporan langsung bergerak ke lokasi, membubarkan massa, dan mengamankan situasi. Selanjutnya, kedua belah pihak dipanggil ke mapolsek untuk dimediasi.

"Kedua pihak sepakat berdamai dan tidak memperpanjang masalah. Pihak korban juga memilih tidak membuat laporan."

"Kami tegaskan, tidak ada unsur penyerangan seperti yang disebarkan di medsos. Ini murni salah paham yang sudah diselesaikan," tegasnya.

Indra mengimbau masyarakat untuk menjaga ketenangan lingkungan dan mengutamakan penyelesaian lewat musyawarah, bukan dengan kekerasan.

"Dan paling penting, jangan mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya, karena bisa memicu keresahan di masyarakat," pungkas Indra.

Editor: Sutrisno

Editor : Arief
#remaja #tawuran #banjarmasin #keributan