Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS) Polres HSU bersama Unit Polsek Banjang telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran tersebut.
"Hasilnya diduga arus pendek listrik atau korsleting dari dapur salah satu korban kebakaran," kata Kasat Reskrim Polres HSU AKP Teguh Kuatman yang mewakili Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto, Jumat siang.
Baca Juga: Tak Perlu Repot, Layanan Dapodik Guru Kini Bisa Diakses di MPP Tanah Laut
Dari hasil identifikasi lapangan tim INAFIS yang dibantu unit Reskrim Polsek Banjang, kebakaran diduga berawal dari korsleting listrik di salah satu rumah korban kemudian menjalar ke rumah-rumah tetangga.
Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, kerugian materi yang dialami warga cukup besar. "Untuk kerugian ditaksir Rp 358 juta," ungkap AKP Teguh.
Empat rumah yang menjadi korban kebakaran yakni milik H. Tamrin yang terbakar 100 persen, Hj. Siti Sarah 100 persen, Hj. Bahriah 50 persen, dan Hj. Mastika 20 persen.
Menanggapi kejadian ini, AKP Teguh mengajak masyarakat untuk lebih waspada terhadap instalasi listrik rumah tangga. "Dengan rutin melakukan cek berkala, tentu meminimalisir terjadinya arus pendek listrik penyebab kebakaran," pesannya.
Editor : M. Ramli Arisno