Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Peneror Bersajam di Kelayan Terekam CCTV, Gedor-Gedor Rumah Warga Pakai Sajam

Maulana Radar Banjarmasin • Selasa, 24 Juni 2025 | 11:49 WIB
Ilustrasi sajam
Ilustrasi sajam

BANJARMASIN – Satu keluarga mengalami teror di Jalan Kelayan A, Gang Setuju RT 1, Banjarmasin Selatan. Ada dua pria tak dikenal yang datang membawa senjata tajam (sajam). Aksi keduanya terekam kamera CCTV.

Dalam rekaman terlihat dua pria tersebut mengendarai motor matik. Setelah berhenti di depan rumah, pria yang dibonceng turun sambil membawa dua bilah senjata tajam dan sebilah tombak. Lalu masuk ke teras rumah. Sementara pengendara motor memajukan posisi kendaraannya.

Dalam hitungan detik, pria bersenjata itu menggedor-gedor pintu rumah menggunakan senjata tajam. Berikutnya, kedua pelaku meninggalkan lokasi tanpa sempat melukai penghuni rumah.

Meski tidak terjadi kontak fisik, kejadian ini membuat satu keluarga yang tinggal di rumah tersebut diliputi rasa takut.

Pemilik rumah, Mustifatul Hasanah (24) mengaku kejadian serupa bukan kali pertama terjadi.

"Terakhir terjadi pada Minggu (22/6) siang sekitar pukul 11.30 WITA, saat kami sekeluarga sedang berada di dalam rumah. Kami baru tahu dari tetangga bahwa ada dua pria datang membawa sajam,” ungkap Mustifatul, Senin (23/6). “Saat itu, suami dan anak sedang tidur. Saya sendiri sedang memasak di dapur," sambungnya.

Setelah mendapat informasi dari tetangga, Mustifatul dan suaminya segera memeriksa rekaman CCTV. Mereka pun terkejut melihat kebenaran informasi tersebut.

"Kami bingung, karena selama ini tidak merasa pernah punya masalah dengan siapapun. Saya dan suami juga saling bertanya, tapi kami tidak merasa sedang berselisih dengan orang lain," ucapnya.

Ia menjelaskan, rumah kontrakan bedakan yang mereka tempati baru dihuni selama enam bulan. Sebelumnya, mereka tinggal di unit kontrakan yang berada di bagian dalam. Setelah penghuni depan pindah, mereka memutuskan pindah ke bagian depan.

"Kabarnya, penyewa sebelumnya memang pernah beberapa kali didatangi orang. Mungkin saja dua pria itu mengira orang yang mereka cari masih tinggal di sini. Padahal sudah pindah," jelasnya.

Usai kejadian tersebut, Mustifatul hanya menceritakan kejadian itu kepada tetangga dan keluarga. Ia mengaku belum melapor kepada ketua RT maupun kepolisian.

"Kami masih bingung harus bagaimana. Tapi, kami juga ketakutan. Rencananya dalam waktu dekat, kami akan melapor ke polisi karena khawatir kejadian ini terulang," sebutnya.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#Sajam #Teror #banjarmasin #kelayan #Keamanan