BANJARBARU - Eksekusi Kakek Kahpi (73) oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjar terus menuai sorotan. Kali ini datang dari kalangan mahasiswa yang menilai langkah kejaksaan tidak konsisten dan minim rasa kemanusiaan.
Aliansi Mahasiswa Bersama Rakyat, gabungan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Kalsel, menyoroti perbedaan pernyataan dan tindakan Kejari Banjar.
Sebab, mereka ingat betul bahwa dua hari sebelum eksekusi dilakukan, pihak kejaksaan sempat menyampaikan bakal menunda penahanan, demi menghormati proses Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan Kakek Kahpi.
Namun, janji itu tak terbukti. Malamnya setelah sidang PK perdana digelar, Kamis (12/6) lalu, Kakek Kahpi justru dijemput petugas Kejari Banjar di rumahnya di Banjarmasin.
Proses eksekusi dilakukan sekitar pukul 22.30 Wita dan baru diketahui publik setelah terpidana tiba di Lapas Banjarbaru pada Jumat dini hari. “Ini seperti terjadi inkonsistensi di Kejari Banjar,” tegas Koordinator Aliansi, Florentino Mario, Minggu (15/6) petang.
Bukan tanpa alasan penilaian tersebut ia ucapkan. Sebab, Mario dan rekannya yang lain sudah mendampingi perjalanan kasus Kakek Kahpi ini sejak pemanggilan ketiga. Tepatnya saat kejaksaan menyebut akan menunda eksekusi.
Menurutnya, eksekusi mendadak pada malam hari menunjukkan kurangnya rasa keadilan dan transparansi. Apalagi, usia Kakek Kahpi yang sudah lanjut seharusnya menjadi pertimbangan kemanusiaan dalam pelaksanaan eksekusi.
Rizky, mahasiswa lainnya, juga mempertanyakan urgensi penahanan saat proses hukum masih berjalan. Sebab, jika PK nantinya dikabulkan, masa tahanan yang sudah dijalani akan menjadi sia-sia. “Apakah seorang lansia yang tidak melawan hukum perlu dijemput tengah malam? Ini soal keadilan, bukan sekadar prosedur,” tegas Rizky.
Muhammad Fareh Sahli, mahasiswa lainnya juga mempertanyakan moralitas dan implementasi hukum yang berlaku dalam proses eksekusi Kakek Kahpi.
"Tentunya kami sangat kecewa dengan penjemputan kakek yang dilakukan pada tengah malam dan tanpa pemberitahuan yang jelas. Terkesan mengabaikan kondisi kesehatan fisik dan juga usia beliau yang telah lansia," ujarnya.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief