BANJARMASIN - Kecelakaan maut terjadi di Jalan Hasan Basry, Banjarmasin Utara.
Tepatnya di seberang gerai Indomaret, tak jauh dari Rumah Sakit Ansari Saleh, Sabtu (14/6/2025) dini hari.
Insiden ini merenggut nyawa seorang pemuda, Gusti Saini (21), warga Jalan Wira Karya Kompleks Kejaksaan, Pangeran Banjarmasin Utara, yang mengendarai motor Honda Beat dengan nomor polisi DA 4628 CL.
Menurut keterangan saksi mata, korban melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Handil Bakti menuju pusat Kota Banjarmasin.
Saat tiba di lokasi kejadian, ada sebuah truk yang sedang parkir di kanan jalan karena mogok sejak Jumat (13/6/2025) petang.
Umumnya, sebagai tanda peringatan, di belakang truk diletakkan sebuah tanda.
Saat itu, di belakang truk mogok tersebut hanya diletakkan sebuah ember.
Diduga kuat, korban yang mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi tidak melihat tanda tersebut, hingga ia menabrak ember itu, lalu kehilangan kendali.
Sepeda motornya menyenggol kendaraan lain, sebuah Yamaha Force One bernomor polisi DA 3066 FT, yang saat itu melaju di dekatnya.
Kedua pengendara ini diduga merupakan teman, karena terlihat beriringan.
Setelah menyenggol Yamaha Force One, sepeda motor korban oleng ke kanan dan menabrak bak truk yang mogok.
Benturan keras membuat korban terpental dan meninggal dunia di tempat.
Sementara itu, pengendara Yamaha Force One mengalami luka-luka.
Jenazah korban dievakuasi ke Instalasi Pemulasaraan Jenazah Rumah Sakit Ulin Banjarmasin.
Dikonfirmasi, Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banjarmasin, Ipda Donny menerangkan hasil pemeriksaan saksi-saksi olah TKP.
Ipda Donny menuturkan peristiwa berawal saat sebuah truk warna merah bernomor Polisi KH 8062 AN yang dikemudikan oleh Moh Shohibul Bahri, mengalami kerusakan mesin, Jumat (13/6/2025), pukul 22.00 Wita.
Kemudian, truk berhenti di lajur kanan dekat median jalan dan sang sopir telah menandai bagian belakang kendaraan dengan ember putih berisi air yang diletakkan sejauh lima meter sebagai alat peraga tambahan.
Tiga jam melakukan perbaikan, tepat pukul 01.00 Wita pada Sabtu dini hari, korban melaju mengendarai motornya dari arah Jembatan Alalak menuju Bundaran Kayutangi dengan kecepatan tinggi.
Ia diduga tidak melihat ember putih yang jadi penanda peringatan, lalu menabrak ember tersebut.
Tak ayal, korban menghantam bagian belakang kiri bawah bak truk yang mogok.
"Benturan keras menyebabkan korban terpental ke sisi kiri jalan, mengalami luka parah di bagian kepala dan wajah, lalu meninggal dunia di tempat kejadian (TKP)," terang Donny.
Pihak Kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan dan kelengkapan alat peringatan pada truk mogok tersebut.
"Untuk truk dan pengemudinya masih dalam proses pemeriksaan," tandasnya.
Editor : Fauzan Ridhani