MARTAPURA – Tak ada ampun bagi warga binaan maupun petugas lapas yang coba-coba main kotor. Dalam deklarasi bersama seluruh Lapas se-Kalsel di Lapas Narkotika Karang Intan pada Rabu (4/6) siang, ancaman sanksi kerasnya dikirim ke Nusa Kambangan!
Pernyataan tegas itu dilontarkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Selatan, Mulyadi di hadapan seluruh kepala lapas, aparat penegak hukum, hingga tokoh masyarakat yang hadir dalam Deklarasi Komitmen Bebas Narkoba dan Alat Komunikasi Ilegal. “Kalau ada yang masih nekat bawa narkoba atau HP ilegal, tak ada pilihan lain, sanksi berat menanti. Bisa langsung dikirim ke Nusa Kambangan,” tegas Mulyadi.
Tak hanya bagi warga binaan, petugas yang kedapatan terlibat pun tak akan diselamatkan. “Kalau ada petugas lapas yang terbukti bermain, akan kami proses hukum sesuai aturan. Tidak ada kompromi,” tambahnya.
Ancaman itu ditegaskan lagi dengan pemusnahan 75 unit HP ilegal hasil sitaan dari berbagai lapas.
Layar dibakar, baterai dipotong, dan casing dihancurkan. Satu per satu dihancurkan sebagai simbol pemutusan total akses komunikasi ilegal dari balik jeruji. “Wartelsus sudah tersedia. Bahkan di Karang Intan, ada 20 unit HP resmi yang diawasi penggunaannya. Komunikasi sah sudah kami fasilitasi. Kalau masih melanggar, artinya memang ingin cari masalah,” ujar Mulyadi.
Tes urine massal juga digelar dalam acara ini. Hasilnya, seluruh warga binaan, petugas, dan pejabat lapas se-Kalsel dinyatakan negatif narkoba. Ini diklaim jadi bukti keseriusan deklarasi yang digelar, bukan hanya formalitas belaka.
Kalapas Karang Intan, Edy Mulyono mengatakan bahwa deklarasi ini adalah bagian dari strategi jangka panjang menciptakan lapas yang bersih dan berintegritas. “Kami ingin ubah kultur. Lapas bukan sarang kejahatan, tapi tempat pembinaan. Kalau masih nekat nyelundupin HP atau main narkoba, pasti kami tindak. Tak peduli siapa,” ujarnya.
Camat Karang Intan, Pusaro Riyanto yang turut hadir juga mengingatkan pentingnya sinergi semua pihak. “Lapas tidak bisa kerja sendiri. Masyarakat juga harus ambil peran. Kalau di dalam rusak, pasti ada dampaknya ke luar,” ucapnya.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief