Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Puluhan Meter Air Hilang di Handil Bakti

Maulana Radar Banjarmasin • Senin, 2 Juni 2025 | 11:30 WIB

 

RAIB: Meter PDAM milik salah seorang korban di Jalan Griya Permata Raya, Kompleks Asyifa Perdana Mandiri, hilang dicuri.
RAIB: Meter PDAM milik salah seorang korban di Jalan Griya Permata Raya, Kompleks Asyifa Perdana Mandiri, hilang dicuri.

MARABAHAN-Kasus pencurian meter milik pelanggan perusahaan daerah air minum (PDAM), tidak hanya terjadi di Kota Banjarmasin saja. Terbaru terjadi di Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala (Batola).

Salah satunya aksi pencurinya terekam CCTV saat beraksi melepas meter PDAM pada rumah di Jalan Griya Permata Raya, Kompleks Asyifa Pedana Mandiri, Kecamatan Alalak, Barito Kuala. Videonya viral di sosial media.

Peristiwa ini baru terbongkar setelah pemilik rumah menjenguk rumahnya, kemudian melihat meteran hilang, lalu mengabarkan ke grup WhatAps khusus warga perumahan.

Beruntung, di seberang rumah korban terpasang CCTV dan terlihat jelas jika seorang pria saat beraksi melepas meteran air.

"Pemilik rumah ini lalu mengecek masing-masing rumah, dan ternyata ada tiga rumah yang mengabarkan kehilangan meter air," ungkap salah seorang warga, kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Disebut pria ini, hampir rata-rata rumah di sana sebagai investasi saja, dan mereka hanya sesekali menjenguki. "Kompleks kami ini rumahnya tidak banyak. Satu jalur saja 50 rumah. Mungkin pelaku ini sudah memantau jauh-jauh hari kondisi lingkungan, dan pelaku berpura-pura memancing ikan sehingga bagi warga di sini tak mencurigai," katanya.

Mulyani (34) pemilik rumah yang menjadi korban menuturkan, bahwa peristiwa pencurian meter PDAM di rumahnya terjadi, Rabu (28/5). Terekam seorang pria yang melepas meteran tersebut.

Rumah tersebut memang tidak ditempati hanya sesekali dijenguki. Kebetulan Jumat (30/5), hendak menjenguk rumah. Betapa kagetnya ia, melihat meter air tidak ada. "Kami tinggal di Belitung. Jadi, kadang-kadang kalau ada waktu luang melihat rumah ini," ujarnya.

Setelah itu, ia pun mengabarkan ke warga lainya. "Setelah dikabarkan ke warga perumahan ternyata ada dua rumah juga yang kehilangan meter air," bebernya.

Terpisah Humas PDAM Marabahan, Darma mengungkapkan, bahwa dalam kurun satu bulan ini aksi pencurian meter sangat masif. "Dari hasil pendataan kami sebanyak 30 meter yang hilang dalam satu bulan ini,  terjadi di wilayah perumahan Kecamatan Alalak," bebernya, Sabtu (31/5).

Dari laporan, modus operandi pelaku bisa leluasa masuk ke kawasan perumahan berpura-pura untuk memancing dan memulung, sehingga warga sekitar tidak menaruh kecurigaan.

Diungkapkan Darma, sasaran pelaku memang lingkungan sepi, seperti perumahan dan ruko-ruko kosong di sekitaran Handil Bakti.

"Kami imbau, pelanggan kami selalu waspada. Segera laporkan jika kehilangan meter ke kami," imbau Darma.

Setelah pelanggan melakukan pelaporan ke PDAM, maka akan dilakukan pemasangan kembali meter airnya, namun sebelum itu, diminta untuk mengurus administrasinya.

"Untuk biaya akan dikenakan separuhnya, semisal harga meter Rp500 ribu, maka pelanggan diminta untuk membayar separuhnya," jelasnya.

"Ini kami akan melakukan rapat, untuk proses lebih lanjut apakah nanti pelanggan diarahkan melaporkan ke polisi atau bagaimana," katanya.

 

Editor : Muhammad Rizky
#PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) #Kasus Pencurian