Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Dipicu Hilangnya Ratusan Juta Milik Ibu, Kakak-Beradik Jadi Pelaku Pengeroyokan Maut di Banjarmasin, Duitnya Masih Belum Ketemu

Maulana Radar Banjarmasin • Rabu, 21 Mei 2025 | 12:25 WIB
KAKAK BERADIK: Kedua tersangka, Rizki Al-Husaini (26) dan Ridho Saputra (24) mereka ulang adegan pengeroyokan yang menewaskan Akhmad Mulyadi (32).
KAKAK BERADIK: Kedua tersangka, Rizki Al-Husaini (26) dan Ridho Saputra (24) mereka ulang adegan pengeroyokan yang menewaskan Akhmad Mulyadi (32).

BANJARMASIN - Kasus pengeroyokan maut di Jalan Pangeran Mohammad Noor, Gang Baru, Banjarmasin Barat, direka ulang pada Selasa (20/5) siang.

Pelakunya adalah kakak beradik, Rizki Al-Husaini (26) dan Ridho Saputra (24).

Keduanya dihadirkan penyidik, mengenakan pakaian tahanan warna oranye dan memakai masker.

Rekonstruksi mencakup 19 adegan. Korban adalah kenalan orang tua pelaku, Akhmad Mulyadi (32). Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun meninggal dalam perawatan medis.

Dalam reka ulang itu, Ridho datang dari Gambut, Banjar, untuk menemui orang tuanya setelah mendapat kabar ibunya kehilangan uang sebesar Rp160 juta.

Ridho datang sekitar pukul 17.00 Wita. Di rumah itu ada ibu kandungnya, ayah tirinya, dan korban.

Dalam pertemuan sampai magrib itu, tidak ada yang mengaku atau mengetahui perihal raibnya duit tersebut. Sampai akhirnya mereka membubarkan diri.

Sekitar pukul 20.00, Ridho mengunjungi kakaknya yang tinggal tak jauh dari rumah ibunya. Belum masuk ke rumah, Ridho bertemu Mulyadi yang menceletuk, "Nah! Ini nih pelakunya. Langsung saja bawa ke Mapolsek Banjarmasin Barat."

Emosinya terpancing. Ridho menanyakan maksud tuduhan tersebut, tetapi korban justru mengolok-olok.

Ridho menampar Mulyadi, hingga terjadi perkelahian. Rizki turun membantu adiknya.

Tubuh korban dipegangi dan disandarkan ke dinding, hingga ia dihajar bertubi-tubi.

Tersudut, korban terlihat menarik ritsleting tas. Seperti hendak mengambil sesuatu.

Rizki yakin Mulyadi akan mengambil senjata tajam. Tak ingin adiknya terluka, sang kakak lebih dulu mengeluarkan pisau dari balik pinggangnya.

Rizki menghujani Mulyadi dengan tusukan demi tusukan. Melihat korban tumbang, keduanya kabur.

Sedangkan korban dievakuasi ke RS TPS Dr R. Soeharsono, beberapa jam kemudian meregang nyawa.

"Dalam adegan, penusukan terjadi sebanyak empat kali. Terjadi pada adegan urutan ke-10 hingga 13," kata Kapolsek Banjarmasin Barat Kompol Pujie Firmansyah melalui Kanit Reskrim Ipda Muhammad Mazun Koso.

Mazun menjelaskan, motif pertikaian berdarah itu dipicu tuduhan korban kepada pelaku.

"Ridho yang tidak terima memukul korban. Kakaknya Rizki pun ikut mengeroyok. Hingga mengeluarkan pisau yang diselipkan dipinggangnya," jelas Mazun.

Atas perbuatannya, kedua pelaku diancam dengan Pasal 170 ayat (2) ke 3 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan korban tewas.

Ridho dan Rizki mengakui semua perbuatannya, mereka tak mengira jika perkelahian itu akan menyeret mereka berdua ke penjara.

"Sumpah! Saya sangat menyesal. Saya salah karena tak bisa menahan emosi. Terpancing ketika melihat keributan antara Edo (Ridho) dan korban," katanya.

"Kami berdua ingin memohon maaf kepada keluarga korban," sambungnya.

Pengeroyokan ini terjadi pada Rabu malam, 9 April 2025. Sampai hari ini, belum diketahui siapa yang mencuri uang Rp160 juta yang menjadi pemicu kasus ini. 

Editor: Syarafuddin

Editor : Arief
#Pengeroyokan #Pembunuhan #banjarmasin #Perkelahian