BANJARMASIN – Rabu (7/5) menjadi hari penuh duka bagi keluarga besar Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin.
Toyota Avanza nomor pelat DA 1795 LD mengalami kecelakaan tunggal di kawasan Gunung Kayangan, Desa Ambungan, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.
Kecelakaan ini merenggut tiga nyawa mahasiswa dan melukai lima mahasiswa lainnya.
Korban meninggal dunia adalah Muhammad Idi Iqbal dari jurusan Pendidikan Agama Islam, Agus Salim dari Manajemen Pendidikan Islam, dan Muhammad Ayatturahim Rijalullah dari Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah.
Lima mahasiswa yang terluka adalah Ananda Purnama Dery, Sukma, Fajar Firdaus, Ahmad Sodiq Hidayatullah, dan Sabda Nur Alim, kini tengah menjalani perawatan.
Kabar ini mengguncang teman-teman mereka, termasuk Siti Rahmah, mahasiswi Pendidikan Agama Islam, ketika mengenang sahabatnya Muhammad Idi Iqbal.
"Perasaan saya sangat sedih dan terpukul. Kabar ini datang begitu cepat, dan kami mengetahui dari grup WhatsApp bahwa nyawa Idi Iqbal tidak selamat," ujarnya, Kamis (8/5).
Rahmah menggambarkan Idi sebagai pribadi yang baik, penuh semangat, dan humoris.
"Dia suka bercanda, menghibur, dan mengajak teman-teman berkumpul. Baik itu untuk berbuka puasa, memperingati Maulid Nabi, atau acara lainnya. Kehadirannya selalu membuat suasana menjadi lebih ceria," kenangnya.
Bagi teman-temannya, kepergian Idi meninggalkan kesedihan mendalam. Namun, kenangan tentang kebaikan dan kehangatannya akan selalu hidup di hati mereka.
Siti juga berharap para korban yang selamat dapat segera pulih. "Semoga mereka bisa kembali sehat seperti sedia kala," ucapnya.