Kendaraan yang mengangkut delapan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin ini mengalami nasib nahas dengan menyisakan duka mendalam.
Tragisnya, tiga mahasiswa; RJ, II, dan AS. meninggal dunia di tempat kejadian. Sementara lima korban selamat; APD, SOD, NS, FF, dan SM—mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang bervariasi.
Baca Juga: Tragedi Minibus di Tanah Laut, Tiga Mahasiswa UIN Antasari Tewas Terlempar dari Kendaraan
Rektor UIN Antasari Banjarmasin, Prof. Mujiburrahman, langsung turun tangan membantu proses evakuasi sejak subuh dan menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah tersebut.
"Kami mendoakan agar amal ibadah para korban diterima oleh Allah SWT, dosa-dosa mereka diampuni, keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, dan korban yang luka-luka segera pulih," katanya dengan terharu.
Sebagai bentuk kepedulian, pihak kampus akan memberikan tali asih yang dananya bersumber dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) UIN Antasari. "Meskipun nilainya tidak banyak, kami berharap ini dapat sedikit meringankan beban mereka," ujar Prof. Mujiburrahman.
Baca Juga: Belum Rampung, Tugu Salawat Amuntai Senilai 4 Miliar Sudah Jadi Spot Foto Warga
Kepada para mahasiswa, ia berpesan agar menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran penting, khususnya dalam menjaga keselamatan saat berkendara.
Berdasarkan rekaman video dan foto yang beredar cepat di grup WhatsApp dan Facebook, Toyota Avanza hitam tersebut mengalami penyok parah dari bagian depan hingga belakang, termasuk bagian atap yang ringsek. Kondisi mengenaskan terlihat jelas dengan puing-puing mobil yang berserakan di jalan.
Beberapa korban tampak tergeletak di dekat lokasi kejadian. Diduga kuat mobil terhempas dengan sangat keras saat melintasi kawasan Gunung Kayangan, menyebabkan para penumpang terlempar keluar dari mobil dan tergeletak bersimbah darah di jalanan.
Baca Juga: Perketat Aturan Main, Popda Kalsel 2025 Saring Atlet Lewat Verifikasi Digital
Kecelakaan ini telah menimbulkan duka mendalam di kalangan civitas akademik UIN Antasari Banjarmasin, sekaligus menjadi pengingat keras tentang pentingnya keselamatan berkendara.
Editor : M. Ramli Arisno