Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Jembatan Penghubung Desa di Anjir Pasar Ambruk, Sudah Miring Selama Dua Bulan, Belum ada Kepastian Perbaikan

Maulana Radar Banjarmasin • Senin, 5 Mei 2025 | 14:51 WIB
DIBONGKAR:Sejumlah pekerja melepasi kayu Ulin dari badan jembatan yang ambruk di Kecamatan Anjir Pasar.(Foto:Maulana/Radar Banjarmasin)
DIBONGKAR:Sejumlah pekerja melepasi kayu Ulin dari badan jembatan yang ambruk di Kecamatan Anjir Pasar.(Foto:Maulana/Radar Banjarmasin)

MARABAHAN - Salah satu jembatan pengubung antar desa di Kecamatan Anjir Pasar, Kabupaten Barito Kuala (Batola), ambruk, Minggu (4/5/2025) pagi.

Sebelum tumbang, tanda-tanda ambruk itu sudah diketahui warga, yakni kondisinya yang sudah miring selama dua bulan.

Dengan putusnya akses penyeberangan penghubung antara desa Barunai Baru dengan Andaman 1 dan 2, membuat masyarakat harus memutar jalan cukup jauh untuk beraktivitas. Tak terkecuali untuk menuju ke masjid.

Persis dekat jembatan, ada masjid yang rutin menggelar pangajian dan sering dihadiri warga.

"Memang masih ada jembatan lagi dari sini, jaraknya 500 meter. Tetapi jembatan yang ambruk ini yang banyak digunakan untuk beraktivitas. Terutama untuk menuju ke sawah dan ke pasar, termasuk anak-anak sekolah lantaran, ada Sekolah Dasar dekat sini" ungkap Ketua RT 1 Desa Barunai Baru, Kursani (62), Senin (5/5/2025).

Diceritakan Kursani sudah seminggu jembatan tersebut tidak dilewati masyarakat, lantaran kondisinya sudah miring.

Namun, beberapa orang tetap berani melintas, itupun berjalan kaki saja dan tidak bisa bersamaan melaluinya.

Kemiringan jembatan sudah terjadi selama dua bulan, namun belum ada tindakan setelahnya hingga jembatan tersebut ambruk

"Jembatan ini termasuk akses penghubung yang banyak digunakan warga. Dengan kondisi seperti ini,  masyarakat akan lebih jauh menuju ke masjid dan sekolah. Untungnya saat kejadian tidak ada yang nekat melintas," ujarnya.

Dari pantauan Radar Banjarmasin, Senin (5/5/2025) siang, terpantau sejumlah pekerja melepas puing-puing jembatan dan dimuat ke truk.

Namun, kata Kursani setelah dibongkar apakah akan diperbaiki atau dilepas, itu yang belum ada kepastian.

"Belum tahu apakah akan diperbaiki kembali atau dibikin baru. Tetapi yang terpenting, semoga bisa bisa diperbaiki, walaupun bisa buat jalan kaki saja, lebih bagus. Kasihan juga warga harus keliling jalan untuk sekadar menyeberang sungai, jaraknya jauh dan memutar," katanya.

Kepala Desa Barunai Baru, Yamin mengungkapkan belum mengetahui akan diapakan jembatan itu setelah dibongkar.

"(Belum tahu) Apakah nanti akan diperbaiki saja atau direnovasi total. Kita dapat perintah dari Pak Bupati Batola agar mencari pekerja lokal, untuk selanjutnya kami kurang tahu," kata Yamin.

"Sementara, untuk bahan kayu-kayu jembatan tidak tahu dibawa kemana dan diapakan," tandasnya.

Editor : Fauzan Ridhani
#jembatan penghubung desa #ambruk #Marabahan #Kabupaten Barito Kuala #miring