Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Tuduhan BBM Tercampur Air, Pengelola SPBU Haur Batu dan Polres Balangan Uji Sampel BBM

M Dirga • Senin, 5 Mei 2025 | 11:57 WIB

 

Kepolisian dan pengelola SPBU melakukan uji sampel BBM jenis Pertalite dan Pertamax. Hasilnya, tidak ditemukan air yang tercampur dalam bahan bakar. (Polres Balangan untuk Radar Banjarmasin)
Kepolisian dan pengelola SPBU melakukan uji sampel BBM jenis Pertalite dan Pertamax. Hasilnya, tidak ditemukan air yang tercampur dalam bahan bakar. (Polres Balangan untuk Radar Banjarmasin)

PARINGIN – Sebuah video yang diunggah di media sosial membuat masyarakat heboh. Dalam video tersebut, warga mengeluhkan sepeda motor miliknya yang mogok setelah mengisi BBM di SPBU Haur Batu, Kecamatan Paringin, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan.

Video itu tersebar luas dan ramai dibincangkan warganet.

Warga yang mengalami kejadian tersebut adalah Norainah, seorang guru yang berdomisili di Balangan. Video itu mengisahkan bahwa pada Jumat (2/5/2025) sore, usai pulang mengajar, ia mengisi penuh tangki motornya dengan BBM senilai Rp40 ribu di SPBU Haur Batu atau yang lebih dikenal dengan SPBU Rica.

Tak lama setelah meninggalkan SPBU, motornya mendadak mogok. Saat dibawa ke bengkel, montir menemukan campuran air di dalam tangki BBM. Akibat kejadian itu, Norainah harus merogoh kocek sebesar Rp165 ribu untuk biaya perbaikan. 

"Jelas saya jengkel. Ini sangat merugikan. Harap diusut, jangan sampai ada permainan," katanya saat dikonfirmasi.

Keluhan ini menyebar dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Banyak warga mulai mempertanyakan kualitas bahan bakar di SPBU tersebut.

Menanggapi tuduhan ini, pihak pengelola SPBU Haur Batu memberikan klarifikasi. Pengawas SPBU, Muhammad Aulia Rahman menyatakan pihaknya telah melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi BBM pada Minggu (4/5/2025) pagi.

“Kami langsung menindaklanjuti dengan melakukan pemeriksaan di lokasi. Proses ini juga disaksikan aparat kepolisian agar hasilnya transparan dan bisa dipercaya publik,” jelas Aulia.

Dari hasil pengecekan tersebut, tidak ditemukan adanya indikasi bahan bakar yang tercampur air. Aulia juga menegaskan bahwa SPBU terbuka terhadap laporan atau keluhan dari masyarakat.

“Jika ada masyarakat yang merasa dirugikan atau mengalami kendala, kami siap menerima laporan dan akan menindaklanjutinya dengan serius,” tambahnya.

Menindaklanjuti kejadian ini, Polres Balangan melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) dan Intelkam melakukan penyelidikan terhadap sumber unggahan video serta melakukan pengecekan ulang terhadap SPBU Haur Batu.

Petugas kepolisian bersama pengelola SPBU melakukan uji sampel BBM jenis Pertalite dan Pertamax. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tidak ditemukan adanya air yang tercampur dalam bahan bakar.

Kasi Humas Polres Balangan, Iptu Eko Budi M mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik menanggapi informasi yang beredar.

“Hasil pengecekan menunjukkan bahwa BBM di SPBU Haur Batu dalam kondisi baik dan tidak tercampur air. Stok bahan bakar juga aman,” ujar Eko.

Eko menegaskan, kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk tetap bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial. Apabila mengalami kendala serupa, disarankan untuk segera melapor ke pihak SPBU atau instansi terkait agar dapat ditindaklanjuti secara objektif.

Selain itu, pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak langsung menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, guna menghindari kepanikan atau kesalahpahaman di tengah publik.

Editor : Muhammad Syarafuddin
#pertalite #BBM #pertamax #Balangan #spbu #paringin #oplosan