BANJARMASIN – Pertikaian berdarah terjadi depan SPBU AKR di Lingkar Selatan, Banjarmasin Selatan, Senin (21/4) pagi.
Versi polisi, Rusbandi (38) yang baru bebas penjara, datang ke lokasi itu bersama adiknya Dedet (34) untuk kembali bekerja menjaga parkir.
Kehadiran mereka ditolak para juru parkir di situ. Namun, Rusbandi dan Dedet bersikeras mengambil pungutan uang secara ilegal dari sopir truk yang sedang mengantre BBM.
Penolakan tersebut memicu bentrokan antara Rusbandi dan Kastuidiar (45).
Pertikaian itu berujung pada luka di dada dan perut Rusbandi, sementara Kastuidiar menderita luka di kedua tangan, punggung, kepala, dan telinga.
Keduanya saat ini dirawat di rumah sakit berbeda—Rusbandi di RSUD Sultan Suriansyah, Kastuidiar di RSUD Ulin—dan belum dapat dimintai keterangan.
Sementara Dedet diamankan di Polsek Banjarmasin Selatan untuk menjalani pemeriksaan.
Selesai? Belum. Keluarga Rusbandi membantah klaim polisi.
Dalam hak jawabnya, istri Rusbandi, Rasyidah mengungkap suaminya tidak berniat lagi bekerja lagi di sana. Dia hanya ingin membantu adiknya, Dedet untuk mendapatkan pekerjaan.
"Suami saya kasihan sama Dedet yang tidak punya penghasilan. Sebelum ke sana, dia sudah menemui kepala juru parkir di situ, Amang Rahman untuk meminta izin. Rahman setuju dan menyuruh mereka datang pada hari Senin," kata Rasyidah.
Rasyidah juga mengaku telah mengingatkan suaminya untuk tidak membuat masalah. Namun, masalah muncul ketika Rahman tidak ada di lokasi saat mereka tiba.
Rusbandi sempat pulang ke rumah sebelum akhirnya kembali lagi ke lokasi sekitar pukul 9 pagi. Tak lama, kabar perkelahian itu sampai ke telinganya.
Sebelum kehilangan kesadaran, Rusbandi sempat bercerita kepada Rasyidah. Konflik tidak hanya melibatkan Kastuidiar tetapi juga seorang juru parkir lain bernama Ayah Gober, yang menurut Rusbandi ingin menusuk Dedet.
Rusbandi berusaha melindungi adiknya hingga akhirnya ditusuk Kastuidiar.
"Suami saya membalas menggunakan senjata tajam yang dia ambil dari jok motornya," ungkap Rasyidah.
Namun, setelah itu, Rusbandi tak sanggup lagi bercerita.
Tetapi dari rekaman video kejadian yang sampai ke tangan Rasyidah, ia merasa bahwa suami dan iparnya diserang banyak orang.
Dalam video itu, terlihat beberapa orang, termasuk Agus dan Jidi, mengayunkan parang ke arah Rusbandi dan Dedet. "Kepala Dedet terluka akibatnya, bukan karena benturan," tegasnya.
Keterangan polisi yang menyebut bahwa orang-orang tersebut sedang melerai dan mengambil sajam dari tangan Bandi dan Dedet pun diragukan.
"Dedet tidak membawa senjata. Tapi di video, masing-masing orang tersebut memegang parang, itu punya siapa? Artinya mereka memang sudah berniat menyerang."
Mereka telah melaporkan Kastuidiar yang melukai Bandi dan menduga ada pelaku lain yang terlibat dalam peristiwa ini kepada Satreskrim Polresta Banjarmasin.
Keluarga mengakui, Rusbandi dan Dedet juga bersalah, tetapi mereka mendesak agar hukum ditegakkan secara adil. "Kalau memang ada banyak orang yang terlibat, hukum semuanya," kata Rasyidah.
Mungkin Ada Tersangka Lain
Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, AKP Eru Alsepa menyatakan penyelidikan kasus perkelahian berdarah di pangkalan BBM Jalan Gubernur Subarjo itu masih terus berjalan.
Polisi kini fokus mendalami keterangan para saksi, termasuk adik Rusbandi, Muhammad Chaidir alias Dedet.
"Dari pemeriksaan sementara, Dedet menyatakan, hanya Kastu yang menyerang Rusbandi. Tidak ada orang lain yang terlibat dalam penyerangan itu," ungkap AKP Eru.
Namun, ia menegaskan, penyelidikan belum selesai. Polisi masih menunggu kondisi Rusbandi dan Kastuidiar membaik untuk dimintai keterangan.
"Kami masih menunggu laporan dari tim medis," ujarnya. "Saat ini, baik Rusbandi maupun Kastuidiar dalam status yang sama, yakni korban sekaligus juga terlapor," tambahnya.
Selain itu, ia menyebut tidak menutup kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam insiden ini. "Kami akan menampung semua informasi yang masuk dan mendalami kemungkinan keterlibatan orang lain," tegasnya.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief