Kejadian itu diketahui tetangganya yang sempat melihat korban berada di atas lanting, namun beberapa saat ditinggalkan, ternyata korban telah memghilang.
"Waktu itu saksi pergi memasak ke dapur, sekitar 15 menit kemudian korban tidak terlihat lagi dilanting. Hanya sendal, alat mandi dan juga cucian yang ada di atas lanting," jelas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabalong, Haris Fachrozi.
Ia menjelaskan, menurut kisah tetangga korban lainnya, korban beberapa waktu yang lalu pernah ditolong warga karena kambuh penyakit epilepsi ketika berada di atas lanting.
"Menurut keterangan keluarga dan juga tetangga, korban memiliki riwayat penyakit epilepsi," jelasnya.
Setelah dilakukan koordinasi, petugas penanggulangan bencana dan kepolisian dikerahkan untuk melakukan pencarian korban di sungai.
Mereka mengerahkan sarana perahu karet dan sejumlah personel serta relawan Unit Penanggulangan Bencana Swadaya (UPBS) untuk mencari.
Sungai Desa Banua Rantau memiliki lebar sekitar 10 meter dengan kedalaman mencapai 4 - 5 meter.
"Korban tinggal sendiri, sedangkan anaknya telah berkeluarga dan tinggal di Desa Bangkiling, Tanjung dan Banjarmasin," terang Haris.
Editor : Sutrisno