BANJARMASIN - Lagi dan lagi, seorang anak gadis di Kota Banjarmasin diperkosa keluarga dekatnya.
Pelaku adalah ayah tiri korban berinisial RF, 45 tahun. Korban saat ini berumur 18 tahun. Peristiwa ini terjadi di Kecamatan Banjarmasin Barat.
Perbuatan bejat itu terungkap sebelum lebaran kemarin, setelah korban bercerita kepada pemilik warung di dekat kontrakannya.
Dan, terbongkarlah kelakuan RF yang diduga telah menjadikan korban sebagai budak nafsunya sejak tahun 2023. Jadi sejak korban masih di bawah umur.
"Ceritanya korban membeli sesuatu ke warung, lalu bercerita kalau badannya sakit sehabis dipukul ayahnya lantaran keliru saat menggoreng telur," kata tetangga yang enggan namanya disebutkan, Selasa (15/4/2025).
Perbincangan melebar, korban mengaku hendak kabur saja dari rumah. Mendengar itu, pemilik warung coba menenangkan dan menasihatinya.
Korban kemudian dibawa ke rumah Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat. Tentu saja ketua RT kaget mendengar penuturan korban.
"Kejadian pertama setelah ibu korban baru dimakamkan pada tahun 2023. Seingat korban, ia diperkosa usai ibunya meninggal pada hari Kamis. Nah, malam Jumatnya korban dirudapaksa ayah tirinya. Katanya sekarang tugasnya menggantikan posisi ibunya," kisahnya.
Korban tak berdaya karena diancam dengan senjata tajam (sajam). "Cerita korban dia diancam dengan pisau, sehingga tidak bisa berbuat apa-apa dan takut melawan," katanya.
Pelaku selalu menggunakan alat kontrasepsi untuk menghindari kehamilan.
"Memang si anak ini polos. Warga sini banyak yang menganggapnya anak berkebutuhan khusus, tetapi kalau saya perhatikan enggak begitu. Sebab kami ajak bicara dia nyambung saja dan perkataannya masuk akal," ujar ibu rumah tangga ini.
Korban baru tinggal di lingkungan itu selama dua bulan. Sebelumnya, mereka mengontrak di RT sebelah. Pindah lantaran dilanda musibah kebakaran.
"Pengakuan korban, kejadiannya bermula di kontrakan lama. Sejak itu, terjadi berkali-kali, bahkan kemaluannya pernah bengkak," katanya.
Ketua RT bersama warga lantas melaporkan kasus ini ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Pemko Banjarmasin. "Sudah direspons," ujarnya.
Posisi korban saat ini diamankan di sebuah panti asuhan yang lokasinya jauh dari ayah tirinya.
"Kalau ayahnya ada saja di rumah. Kondisinya sakit, kakinya bengkak, katanya tekanan darah tinggi," pungkasnya.
Kasus ini pun telah dilaporkan ke Unit PPA Satreskrim Polresta Banjarmasin. Dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin AKP Eru Alsepa melalui Kanit PPA Ipda Partogi Hutahean berjanji akan mengeceknya. "Besok saya cek," singkatnya.
Editor : Muhammad Syarafuddin