Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Rumah, Kapal Nelayan, dan Titian di Pesisir Tanjung Samalantakan Kotabaru Rusak Dihantam Badai

Jumain Radar Banjarmasin • Kamis, 3 April 2025 | 17:36 WIB

Kapal nelayan di Tanjung Samalantakan, Kotabaru, terombang-ambing karena badai.
Kapal nelayan di Tanjung Samalantakan, Kotabaru, terombang-ambing karena badai.

KOTABARU - Masyarakat Desa Tanjung Samalantakan masih diselimuti kesedihan akibat beberapa hari lalu dihantam bencana badai angin ribut dan gelombang tinggi yang menerjang pesisir kampungnya.

Dari musibah ini, puluhan rumah rusak. Titian dan kapal nelayan yang sedang tambat juga rusak.

Bencana datang Selasa(1/4) pagi, bertepatan dengan hari kedua lebaran Idulfitri.

Saat kejadian, masyarakat panik karena angin ribut yang datang sangat kencang berbeda dari yang biasanya.

Ditambah lagi, air laut saat itu juga naik dibarengi ombak yang menghantam rumah rumah warga.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotabaru, Hendra Indrayana mengatakan pihaknya sedang melakukan pendataan korban untuk pengiriman bantuan.

“Begitu kami menerima laporan dari aparat desa, tim kami langsung bergerak untuk mendata di lokasi terdampak,” ujarnya, Kamis (3/4).

Hasil pendataan, 47 rumah warga rusak, tiga titian rusak parah, dan 10 kapal nelayan hancur akibat dihantam gelombang tinggi.

Selain itu, di Desa Sakadoyan, dilaporkan satu kapal nelayan tenggelam dan tambak milik masyarakat jebol diterjang ombak.

“Kami BPBD segera menghimpun bantuan logistik bagi warga terdampak. Paket bantuan berupa sembako, selimut, serta kebutuhan pokok lain tengah dipersiapkan dan akan segera dikirimkan dalam waktu dekat,” janjinya.

Bantuan akan dikirimkan malam ini juga melalui jalur darat untuk memastikan kebutuhan mendesak warga segera terpenuhi.

Terakhir, Hendra Indrayana menghimbau agar masyarakat pesisir untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.

“Potensi cuaca ekstrem masih bisa terjadi. Kami meminta warga yang tinggal di pesisir untuk selalu memperhatikan peringatan BMKG dan menghindari aktivitas di laut jika kondisi memang tidak memungkinkan,” tutupnya.

Editor : Muhammad Syarafuddin
#Kotabaru #tanjung #BPBD #gelombang tinggi #badai #angin ribut