BANJARMASIN - Ada-ada saja ulah emak-emak di Jalan Kelayan II, Antasan Segera, Banjarmasin Selatan. Di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, bukannya menggiatkan ibadah, mereka malah hura-hura berjoget diiringi alunan musik dangdut.
Personel Polsek Banjarmasin Selatan yang sedang berpatroli pada Ahad (23/3) dini hari pun menyambangi mereka.
Sebab musik yang diputar kencang itu sudah mengganggu waktu istirahat masyarakat.
Kepada warga yang berjoget, Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Selatan Iptu Sudirno dan Kanit Intelkam Iptu Helmi Hariawan memberikan teguran keras.
Bukannya manut, mereka malah ngeyel. Dalihnya, sedang berkumpul untuk menunggu waktu sahur.
"Sekali setahun saja, Pak. Kami juga tidak berbuat macam-macam seperti pesta minuman keras. Rencananya kemarin pas malam salikur, tetapi batal, jadi kami pilih malam ini," ucap salah seorang warga.
Kendati demikian, petugas tetap sabar menghadapinya. Sampai akhirnya petugas menegaskan, sound system akan disita jika mereka tetap membandel.
Warga pun gentar. "Jangan, Pak! Jangan dibawa. Oke, kami matikan semuanya dan tidak memutar musik lagi," kata sang pemilik.
Kepolisian mengatakan pembinaan ini dibutuhkan sebab musik keras itu sudah mengganggu warga sekitar.
"Dalihnya hanya sahur bersama, sembari menunggu nasi masak, mereka bernyanyi dan berjoget. Tetapi itu sangat mengganggu. Mungkin saja ada yang mengeluh, tetapi mereka takut untuk melapor," ujar Sudirno mewakili Kapolsek Banjarmasin Selatan Kompol Christugus Lirens.
"Setelah diimbau dan ditegasi sedikit, akhirnya menurut," sambungnya.
Selain itu, patroli juga membubarkan sejumlah remaja yang berjalan kaki dan menggotong speaker untuk bagarakan sahur berkeliling gang di Jalan Kelayan A, padahal waktu sahur masih jauh.
Polisi juga mendapati remaja yang menenggak miras oplosan dan ngelem. "Mereka hanya kami berikan teguran. Setelahnya mereka disuruh pulang," pungkas Sudirno.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief