BANJARMASIN - Si jago Merah berkobar di Jalan Antasan Kecil Barat (AKB), Kampung Arab, RT 14, Banjarmasin Tengah, Sabtu (8/3/2025) malam.
Satu rumah yang berdiri di tepi sungai ini habis terbakar.
Si jago merah begitu cepat menyala, lantaran bahan bangunan berbahan kayu dan berusia puluhan tahun memudahkan si jago merah membakar bangunan dan harta benda di dalam rumah.
Fikriandi (44) warga berdekatan dengan lokasi kejadian, kebakaran terjadi ketika warga masing-masing bersiap ke musala dan masjid untuk salat isya dan tarawih.
"Pas azan api berkobar hebat, warga sekitar langsung dibuat panik," ungkap Fikriandi.
Berjarak 50 meter markas BPK setempat pun mengetahui kejadian itu langsung mengambil pompa untuk memadamkan, beberapa relawan damkar sekitar kampung arab tersebut pun juga merapat.
"Apinya begitu cepat membesar, karena bangunan rumah terbuat kayu. Padahal saat itu diguyur hujan deras," ceritanya.
Bahkan sempat dikabarkan jika ada penghuni di dalamnya terkurung, para relawan damkar pun melakukan pencarian.
Namun, setelah dicek tidak ada.
"Usai tarawih paman dan keponakan itu pulang dan diketahui mereka dari Masjid Jami, melaksanakan tarawih," kata Fikriandi.
Fahmi (35), saksi mata yang berada di lokasi kejadian mengungkapkan dia posisinya persis duduk disamping rumah yang terbakar, tiba-tiba keluar asap dari lantai dua.
"Saya kira ada warga yang membakar sampah, ternyata kebakaran," tambahnya.
Fahmi kemudian mengabarkan ke warga lainnya setelah mengetahui api begitu lekas berkobar.
Warga juga dibuat panik karena mengetahui di dalam rumah tersebut ada pria uzur yang berusia 83 tahun tinggal dengan keponakanya.
Bahkan Fahmi lekas mendobrak pintu rumah untuk memastikan ada penghuni di dalamnya, karena api begitu besar dia mengurungkan masuk.
"Tetapi saya tidak mendengar suara teriakan atau tanda-tanda keberadaan orang di dalam rumah, karena di rumah itu ada dua penghuninya pria, paman dan keponakan," katanya.
Setelah dicek, ternyata penghuni rumah H Khair (83) dan keponakanya Isur (60) berangkat ke Masjid Jami untuk salat isya dan Tarawih.
"Motor yang biasa digunakan tidak ada, takutnya pak H Khairnya ada di dalam, ditinggal," ujarnya.
Di lokasi terpantau banyak harta benda yang hancur dan rusak terbakar, dan Polsek Banjarmasin Tengah, memasang garis polisi.
Bahkan relawan setempat dibuat kaget lantaran keluar kembali asap dini harinya. Ternyata sumber api berasal dari kasur kapuk.
"Setelah dicek, ternyata kasur yang menjadi api, kemudian dikeluarkan baru aman," jelasnya.