Seperti yang terlihat pada Rabu (5/3) dini hari, tepatnya di depan Lapangan Basket Rebatig atau di samping Rumah Dinas Wali Kota Banjarbaru, tampak sejumlah remaja menggelar balap lari.
Diduga balap lari dilakukan dengan uang taruhan yang berasal dari ratusan penonton.
Masing-masing dari penonton mempertaruhkan sejumlah uang untuk mendukung jagoannya. Kemudian uang senilai ratusan ribu rupiah itu dikumpulkan oleh seseorang yang dianggap bandar.
"Ayo main main, baju merah Rp100 ribu. Ayo mana lagi, kumpulkan lagi," ucap salah satu remaja yang sembari mendukung pemain yang akan balap lari.
Aktivitas tersebut dianggap mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat di jalanan, sebab jalan tersebut digunakan sebagai lintasan lari hingga menutup total jalan.
Aksi ini pun sempat dihentikan oleh patroli Polsek Banjarbaru Utara, namun sekelompok remaja itu kembali beraksi setelah polisi meninggalkan lokasi.
Dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Banjarbaru, AKP Haris Wicaksono mengungkapkan, pihaknya akan segera mengambil tindakan atas judi berkedok balap lari tersebut. "Secepatnya nanti akan kami tindaklanjuti dan proses hukum," ucapnya.
Wali Kota Perintahkan Razia Gabungan
Sementara itu, Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin mengaku sudah mendengar kabar adanya aksi judi berkedok balap lari di dekat rumah dinasnya.
Ia pun telah memerintahkan aparat gabungan untuk melakukan razia bersama, mulai dari Satpol PP, TNI hingga Polri. "Sudah kita minta Satpol PP untuk patroli, termasuk razia bersama dengan TNI dan Polri," ungkapnya, Rabu (5/3).
Aditya menegaskan, patroli dilakukan guna mengantisipasi, agar kejadian pada Ramadan tahun sebelumnya tak terulang kembali.
"Kita tidak ingin hal-hal negatif terjadi lagi, seperti tahun lalu, marak balapan hingga merusak median jalan dan lain-lain, jadi jangan sampai ada lagi," tegasnya.
Editor : Sutrisno