Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Rumah Terbakar di Cemara Banjarmasin Pada Selasa Dini Hari, Tetangga Sebelah Rumah Menduga Karena Ini

Maulana Radar Banjarmasin • Selasa, 4 Maret 2025 | 09:42 WIB
BERKOBAR: Si jago merah berkobar di Jalan Cemara Raya, Agatis III Rt 41, Kelurahan Sungai Miai, Banjarmasin Utara, Selasa (4/3) dini hari tadi. (Foto: relawan untuk Radar Banjarmasin)
BERKOBAR: Si jago merah berkobar di Jalan Cemara Raya, Agatis III Rt 41, Kelurahan Sungai Miai, Banjarmasin Utara, Selasa (4/3) dini hari tadi. (Foto: relawan untuk Radar Banjarmasin)

BANJARMASIN - Satu rumah terbakar di Jalan Cemara Raya, Agatis III Rt 41, Kelurahan Sungai Miai, Banjarmasin Utara, Selasa (4/3) dini hari tadi.

Rumah tersebut milik H Umar Al Habsy, yang sudah lama menetap di Rantau Tapin.

Ahmad Yani (64) tetangga sebelah Umar mengungkapkan saat kejadian kebetulan tak bisa tidur, hanya ulir-uliran di dalam kamar.

Pria paruh baya ini memang sendirian tinggal di rumah.

"Tiba-tiba ada yang menggedor rumah saya. Setelah saya tengok, ternyata warga mengabarkan kebakaran di samping rumah," cerita Ahmad Yani.

Kakek ini lekas keluar dan mengunci pintu kamar, lalu mengambil ember untuk mencoba mamadamkan api agar tidak membesar.

Rupanya si jago merah sudah berkobar hebat di dalam rumah, sehingga Yani dan sejumlah warga yang bahu membahu memadamkan tak membuahkan hasil.

"Kami kira kecil saja kobaran apinya, ternyata sudah menjadi. Apinya sudah jatuh ke bawah dan membakar bangunan di dalamnya," katanya.

Sejurus itu pukulan tiang listrik dan teriakan bergema mengabarkan kebakaran untuk warga sekitar.

Selang 15 menit api berkobar, relawan Damkar yang ada di Banjarmasin berdatangan.

Namun, mereka tidak bisa langsung menyemprotkan air.

Lantaran aliran listrik masih belum padam.

"Untungnya tidak berangin, seandainya saja angin kencang habis rumah saya ini juga, karena bahan atap rumah saya dari sirap. Tetapi begitu relawan damkar datang saya minta arahkan langsung ke rumah saya untuk membasahi," tutur Ahmad Yani.

Rumah tersebut, kata Yani, dihuni H Umar sekeluarga.

Namun karena usaha, mereka menetap di Rantau.

Hanya sesekali datang dan menempati.

"Beberapa barang memang sudah dipindahkan, tetapi pemiliknya sering saja datang apabila kebetulan ke Banjarmasin. Tetapi setelah istrinya meninggal dunia tambah jarang datang ke sini," ujarnya.

Yani menduga penyebabnya karena arus pendek listrik.

Bisa saja instalasi yang sudah lama, soalnya rata-rata bangunan rumah di situ berdiri sejak tahun 1990-an.

"Kemungkinan arus pendek, karena saya melihat api dari atas, lalu menjalar ke bagian rangka atap. Untungnya rumah beton dan atapnya bahan seng, sehingga kobaran api membakar di dalam saja," ucapnya.

Kepala BPBD Kota Banjarmasin, Husni Thamrin mengungkapkan penyebabnya belum bisa disimpulkan.

Pastinya, kata Husni, dalam musibah ini menghanguskan satu unit rumah, dan tidak ada yang menjadi korban.

"Rumah itu kosong, pemiliknya tidak menempati lagi, dan hanya dijadikan tempat peristirahatan," tuntasnya.

Editor : Eddy Hardiyanto
#banjarmasin #tetangga #rumah terbakar