BANJARMASIN - Gudang barang bekas di Kuin Utara, Banjarmasin Utara, terbakar pada Rabu (12/2) dini hari, sekitar pukul 03.15 Wita. Hampir semua isi gudang tak sempat diselamatkan.
Api muncul dari gudang milik Ayatullah (45) yang berdagang barang bekas sparepart kapal. Api menjalar ke gudang sebelah yang disewa Masdi dan Said. Kedua gudang ini masih satu atap.
Api merembet ke tiga rumah warga sekitar. Beruntung, relawan damkar mampu menghalau si jago merah hingga tak merambat sampai permukiman yang lebih besar.
Penyebab kebakaran menimbulkan tanda tanya besar. Sebab, sejak sore Ayatullah tampak berada di dalam gudang. Tak biasanya, pintu gudang terbuka. Namun tak ada yang tahu dia sedang melakukan apa.
"Malamnya dia pulang, tak lama kembali lagi. Pintu gudang tetap terbuka. Saya juga heran mengapa dibuka, tidak biasanya," ungkap Nurlina (45) wakar setempat.
"Saya tidak curiga apa-apa," tambahnya buru-buru.
Sampai tengah malam, Ayatullah tetap berada di dalam gudang. Beberapa jam kemudian, Nurlina melihat cahaya merah.
Nurlina duduk di pos jaga, persis di seberang gudang. Tak lama, Ayatullah keluar dan berdiri meratap.
"Dia berdiri saja melihat api, tidak berbuat apa-apa. Saya bingung, dia seolah takjub," kata Nurlina.
Dia lantas memukul-mukul tiang listrik untuk mengabarkan terjadi kebakaran.
Ketua rukun tetangga (RT) setempat, Zain Wista Surya tak berani menuduh siapapun. "Saya terbangun setelah mendengar pukulan tiang listrik. Ternyata kebakaran di depan rumah. Kami sempat coba memadamkan api, hingga kami mundur karena sudah tak biasa diatasi lagi," ceritanya.
Di dalam gudang, banyak benda mudah terbakar. Seperti tali tambang dan solar. "Saya mendengar tiga kali bunyi ledakan. Setahu saya di dalam gudang ada drum solar dan alat las," ujarnya.
Seekor kucing peliharaan warga tewas terpanggang karena terkurung dekat gudang.
"Total tiga rumah terdampak, salah satunya rumah kosong," tutur Zain.
Kapolsek Banjarmasin Utara Kompol Taufiq Arifin melalui Kanit Reskrim Ipda Hafiz Satria Arianda mengatakan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief