Saat itu sedang digelar bazar dalam rangka HUT ke-48 sekolah di Jalan Pangeran Suriansyah, Kecamatan Banjarbaru Utara tersebut.
Meski suasana ramai dan meriah, perasaan sedih tetap dirasakan warga sekolah. Termasuk Kepala SMAN 2 Banjarbaru, Saryono.
Mereka masih teringat dengan salah satu siswi yang meninggal dunia karena gantung diri pada Selasa (4/2) tadi.
"Kami sangat kehilangan. Karena dia merupakan siswi yang berprestasi," kata Saryono kepada Radar Banjarmasin.
Ia mengaku tak menyangka, siswinya berinisial IQZ itu bisa mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. "Karena dia selama ini selalu ceria, dan aktif di organisasi serta jadi panitia HUT," ujarnya.
Saryono juga menepis kabar yang menyebutkan siswi berusia 16 tahun tersebut bunuh diri karena jadi korban perundungan atau bullying di sekolah. "Tidak pernah ada bullying itu, karena dia selalu ceria di sekolah," sebutnya.
Guru Agama SMAN 2 Banjarbaru, Hafiz Ilmi juga mengaku sangat kehilangan atas meninggalnya IQZ. "Dia siswi berprestasi, karena masuk sekolah lewat jalur prestasi akademik. Dia juga peserta MOS terbaik, pandai baca puisi dan debat," katanya.
Bukan hanya itu, ia menyampaikan, siswi kelas X itu juga punya penghasilan sendiri melalui YouTube dan melukis. "Kata temannya, lukisannya pernah dipesan oleh orang luar negeri," bebernya.
Saat IQZ ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Jalan Dahlia Raya, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Hafiz menyampaikan, pihak sekolah langsung datang untuk ikut mengurus jenazahnya.
"Kami mendampingi, dari di rumah sakit sampai jenazah diantar ke Kandangan," ucapnya.
Selain itu, sekolah juga menggelar tahlilan dan mengumpulkan donasi untuk korban pada keesokan harinya.
"Hari Rabu (5/2) acara jalan santai kami tunda dan diganti tahlilan serta pengumpulan donasi. Donasi sudah kami serahkan ke ibunya," pungkasnya. (yn/ris)
Editor : Sutrisno