MARABAHAN - Delapan dari 14 desa di Kecamatan Mandastana Kabupaten Barito Kuala terendam. Banjir itu sudah berlangsung dua pekan terakhir.
Selain dampak rob, banjir itu dipicu curah hujan tinggi dan air kiriman dari kabupaten tetangga.
Kepala Desa Tatah Layung Bustani mengungkap Desa Tanipah, Bangkit Baru, Pantai Hambawang, dan Antasan Segera lebih dahulu terendam dibanding empat desa lainnya.
Selain dataran rendah, desa-desa ini juga berbatasan dengan Kabupaten Banjar yang langganan banjir.
"Selain air pasang, curah hujan dan kiriman air dari desa tetangga membuat air lambat surut," kata Bustani, Rabu (15/1/2025).
"Sebagian air masuk ke dalam rumah," timpal Kepala Desa Bangkit Baru Muhammad Ali.
"Tadi malam hujan semalam suntuk sehingga tambah tinggi airnya. Sampai 50 cm," sebut Ali.
Di desanya sekitar 40 rumah terendam. "Kita berdoa agar hujan tak turun lagi," harapnya.
Sementara itu, Camat Mandastana Fitriadi menyebutkan banjir merendam Desa Tatah Layung, Antasan Segera, Bangkit Baru, Tanipah, Pantai Hambawang, Puntik Luar, dan Desa Lok Rawa.
"Total yang terdampak sebanyak 5.808 kepala keluarga. Itu data di bagian yang parahnya saja, kalau secara keseluruhan lebih dari itu," ungkap Fitriadi.
"Sepekan ini parah. Ditambah tadi malam hujan deras. Kami sudah mendata korban dan berkoordinasi dengan instansi terkait," tutupnya.