Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Sering Menyanjung dan Mengiming-Imingi Memberi Uang Rp100 Ribu, Seorang Pimpinan Pondok Pesantren di Martapura Diduga Tega Sodomi Santrinya Sendiri

M Fadlan Zakiri • Selasa, 14 Januari 2025 | 17:55 WIB
Ilustrasi korban kekerasan seksual di lingkungan pendidikan.
Ilustrasi korban kekerasan seksual di lingkungan pendidikan.

MARTAPURA - Beredar kabar dugaan kekerasan seksual di lingkungan sebuah pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Banjar.

Isu tersebut mencuat seiring beredarnya kabar tentang seorang oknum pimpinan pondok pesantren di Kabupaten Banjar yang tega melecehkan santrinya sendiri.

Diduga si oknum pimpinan Ponpes tersebut memanfaatkan posisinya menyodomi sejumlah anak didiknya.

Perilaku tidak senonoh itu terungkap dalam sebuah foto tangkapan layar yang berisi obrolan antara si oknum pimpinan Ponpes dengan salah satu santrinya di chatting WhatsApp.

Terungkap, ia meminta agar santrinya tersebut melayaninya sebanyak tiga kali dalam seminggu. Chat serupa juga dilakukannya terhadap dua santri lain secara bergiliran dengan imbalan uang sebesar Rp100 ribu.

Informasi terkini, seluruh aktivitas di Ponpes tersebut juga sudah dihentikan.

Benar saja, saat awak media mendatangi lokasi, Selasa (14/1/2025) lingkungan ponpes tersebut tampak sepi tanpa adanya aktivitas santri.

Seluruh pintu pun terkunci rapat, termasuk ruang Pos Jaga di depan lobi ponpes.

Sempat terlihat salah satu pengurus Ponpes yang keluar masuk di bagian samping ponpes.

Namun, saat ditanya mengenai isu yang beredar, si pengurus tersebut enggan memberikan komentar.

"Saya mau makan dulu, permisi," ucapnya singkat sambil berlalu meninggalkan awak media.

Salah satu warga setempat yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan bahwa korban dari tindakan asusila menyimpang oknum Pimpinan Ponpes tersebut diduga cukup banyak.

"Saya dengar korban semuanya laki-laki, jumlahnya sekitar 15 anak," ujar warga tersebut.

Ia juga menambahkan bahwa oknum yang juga bertugas sebagai Ustadz di Ponpes tersebut dikenal tertutup dan kurang berbaur dengan masyarakat sekitar.

"Dia sangat jarang berbaur dengan warga. Tidak pernah ikut kumpul-kumpul atau menyapa. Bahkan saat ada hajatan atau kematian, dia tidak pernah hadir," katanya.

Warga juga menyebutkan bahwa oknum Ustadz tersebut bukan berasal dari Martapura, termasuk juga santri yang mondok di Ponpes tersebut.

“Anak-anak di sekitar sini memilih sekolah di tempat lain. Jadi kebanyakan yang mondok di Ponpes itu orang luar,” tukasnya

Menurutnya, Ponpes tersebut sudah terlihat sepi tanpa aktivitas sekitar empat hari terakhir.

"Biasanya santri dan santriwati di sini banyak, mungkin ratusan orang. Kegiatannya biasanya ada pengajian seperti Ponpes pada umumnya," jelasnya.

Sayangnya, hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak aparat kepolisian terkait mengenai kasus ini.

Namun, dari informasi yang terhimpun, kasus kekerasan seksual ini dikabarkan sudah dilaporkan dan sedang dalam tahap pengumpulan bahan dan keterangan oleh Unit PPA Polres Banjar.

Editor : Fauzan Ridhani
#Pimpinan Pondok Pesantren #martapura #Menyodomi #kabupaten banjar #santri