Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Disuruh Beli Tepung, Tenggelam di Irigasi

M Fadlan Zakiri • Kamis, 26 Desember 2024 | 09:54 WIB
EVAKUASI: Proses evakuasi jasad Rifky Ahmad Gazali (8) yang ditemukan mengapung di saluran Irigasi Desa Sungai Sipai, Banjar, Rabu (25/12).
EVAKUASI: Proses evakuasi jasad Rifky Ahmad Gazali (8) yang ditemukan mengapung di saluran Irigasi Desa Sungai Sipai, Banjar, Rabu (25/12).

MARTAPURA – Jasad bocah laki-laki ditemukan mengapung di irigasi Sungai Sipai, Martapura, Banjar, Rabu (25/12) siang.

Saksi mata, Abdul Hamid menceritakan, mayat itu pertama kali ditemukan anaknya sekitar pukul 12.30 Wita.

"Tubuh korban dalam posisi telentang. Saya tahan dengan bilah bambu agar tidak hanyut," ujar Hamid.

Saat ditemukan, identitas jasad belum diketahui. Tak lama, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Banjar dan polisi tiba di lokasi.

Komandan Regu Pleton II Damkar Banjar, Jamal mengatakan korban diperkirakan berumur 10 tahun. "Melihat kondisinya, korban diperkirakan tenggelam selama 6-7 jam," ujarnya.

Usai olah TKP, jasad bocah itu dievakuasi ke Rumah Sakit Ratu Zalecha untuk pemeriksaan lanjutan.

Riwayat Epilepsi

Setelah ditelusuri, identitasnya terungkap. Namanya Rifky Ahmad Gazaly, 8 tahun, pelajar SD yang tinggal di Kompleks Aulia Permai, Desa Sungai Sipai.

Kepala DPKP Banjar, Agus Siswanto mengatakan sebelumnya korban disuruh orang tuanya membeli tepung ke warung.

"Orang tuanya berjualan kue. Dan hari ini korban tidak pulang-pulang," ujarnya.

Keluarga sempat mencari-carinya. Hingga terdengar sirine ambulans. Saat itulah ibu korban menyadari putranya telah tenggelam.

Sekitar 200 meter dari titik temuan, ditemukan pakaian korban di tepi irigasi. "Dugaan sementara karena epilepsi, korban punya riwayat penyakit itu," katanya.

Terpisah, Kapolsek Martapura AKP Mardiyono mengatakan hasil visum menunjukkan penyebab kematian karena tenggelam.

"Kami pastikan dari hasil olah TKP, peristiwa ini tidak mengandung unsur tindak pidana, melainkan murni kecelakaan," tegasnya.

"Pihak keluarga korban menerima musibah ini dan menolak autopsi," tambah Mardiyono. 

Editor : Arief
#Banjar #Tenggelam