Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

11 Kasus Baru HIV/Aids Terdeteksi Sepanjang 2024 di Balangan

Arif Subekti • Minggu, 1 Desember 2024 | 19:17 WIB
Ilustrasi HIV/Aids. (Internet/ Jawa Pos)
Ilustrasi HIV/Aids. (Internet/ Jawa Pos)

PARINGIN - Setiap 1 Desember diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia.

Peringatan ini diterapkan untuk meningkatkan kesadaran terhadap pandemi AIDS yang disebabkan oleh penyebaran virus HIV.

Selain itu, peringatan ini dilakukan untuk mengenang mereka yang telah meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit ini.

HIV/Aids seolah menjadi momok bagi kesehatan masyarakat. Selama beberapa tahun terakhir, jutaan nyawa terancam akibat penyakit ini.

Di Balangan, Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mendeteksi adanya temuan 11 kasus HIV/Aids baru sepanjang tahun 2024. Empat orang diantaranya meregang nyawa.

Angka ini menambah panjang daftar pasien. Hingga November 2024, total temuan HIV/Aids di Bumi Sanggam yang ditangani Dinkes mencapai 49 kasus.

"Saat ini ada 31 pasien yang masih dalam tahap pengobatan atau onARV," kata Plt Kepala Dinkes Balangan, Ahmad Syauki kepada Radar Banjarmasin, Jumat (29/11/2024).

Sebaran kasus ini ada di seluruh wilayah di Kabupaten Balangan. Usia rata-rata pasien yang mengidap HIV/Aids tersebut berkisar antara 25-40 tahun.

Penyakit ini menyasar kelompok rentan seperti Lelaki Suka Lelaki (LsL), ibu rumah tangga yang tertular dari riwayat pasangannya, Balita yang kini tumbuh menjadi remaja.

Serta ada pula para kelompok ASN.

Berbagai upaya penanganan telah dilakukan Dinkes Balangan kepada para pasien.

Diantaranya dengan melaksanakan pendampingan, perawatan, dan pengobatan.

Dinkes Balangan juga terus berupaya mendeteksi secara dini penyebaran virus tersebut melalui skrining berkala terhadap populasi kunci yang sudah ditentukan.

Diantaranya terhadap penderita TBC, ibu hamil, waria, penderita penyakit seks menular dan penjaga warung malam.

Selain itu, upaya pencegahan juga tak luput dari perhatian. Dinkes gencar melaksanakan penyuluhan dan sosialisasi tentang bahaya HIV/Aids.

Sosialisasi juga menyasar remaja di tingkat SMP dan SMA.

"Berbagai sosialisasi telah dilaksanakan di setiap Rumah Sakit dan Puskesmas-puskesmas di seluruh wilayah Kabupaten Balangan, dengan sasaran utama populasi beresiko," beber Syauki.

Tak habis di situ, Dinkes Balangan juga bekerjasama dengan sejumlah perusahaan sebagai upaya pencegahan.

Pihak perusahaan mengarahkan pekerjanya untuk melakukan skrining kesehatan sebagai upaya deteksi dini virus tersebut.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Balangan, Hasmi menambahkan, pihaknya juga terus melakukan edukasi. Hasmi mengimbau kepada generasi muda agat menghindari pergaulan bebas yang bisa berpotensi menyebabkan HIV/Aids.

Diantaranya dengan memperkuat keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa, memperbanyak aktivitas positif, serta lebih selektif dalam memilih teman dan tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah.

"Jika telah memiliki pasangan, maka setia lah pada pasangan dan tidak berganti-ganti pasangan," katanya.

Terpisah, Bupati Balangan H Abdul Hadi juga mengakui bahwa HIV/Aids menjadi momok yang harus dihindari.

Sebab itu, dirinya berpesan kepada generasi muda Balangan agar menghindari penularan virus tersebut.

"Jaga pergaulan. Jangan sampai melakukan hubungan atau kontak fisik yang bisa menularkan virus HIV," tekan Bupati.

 

Editor : Arif Subekti
#Pandemi #Balangan #Kalimantan Selantan #virus #paringin #korban bertambah #HIV / AIDs