BANJARMASIN - Mengacu hasil visum dokter, kepolisian menyatakan kematian Muhammad Zepriliansyah (26) karena sakit.
Jenazah warga Kompleks Es Terang, Teluk Dalam, Banjarmasin Tengah, itu ditemukan di saluran air di Jalan Ahmad Yani km 5 pada Jumat (4/10) pagi.
"Hasil visum tidak menunjukkan tanda-tanda korban kekerasan," kata Kapolsek Banjarmasin Selatan, AKP Christugus Lirens melalui Kanit Reskrim, Iptu Sudirno.
"Dikuatkan dengan keterangan ayah korban, bahwa korban sejak usia setahun menderita penyakit ayan," tambahnya.
Karena riwayat epilepsi itu, pihak keluarga enggan memberikan izin autopsi. Kendati belum jelas, bagaimana kronologi korban sampai tenggelam ke sungai.
"Keluarga korban bersedia membuat surat pernyataan menolak autopsi dan menganggap musibah," kata Sudirno.
Jasad Zepri, sapaan korban, ditemukan di sekitar pukul 09.30 Wita di kanal depan showroom, tak jauh dari karaoke Happy Puppy.
Penemunya seorang pengecer bensin. Pria tua itu melihat tangan manusia keluar dari pemukaan air.
Dia buru-buru mengabari orang lain. Suasana gempar. Banyak pengendara yang berhenti untuk menonton.
"Kebetulan saya sedang beres-beres dagangan minyak. Pas menoleh ke arah sungai terlihat tangan. Saya kabari yang lain untuk memastikan, ternyata benar itu mayat," kata kakek tersebut.
Identitas korban terungkap berkat Malik (46) yang mengenali Zepri. "Saya kenal korban. Almarhum adalah anak pemilik warung makan ayam kalasan," katanya.
Antara lokasi penemuan mayat dan warung makan itu hanya berjarak sekitar 20 meter. "Kabarnya sejak kemarin dicari-cari. Dihubungi ponselnya tidak aktif," kata Malik.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief