Aktivis mahasiswa sering menjadi pendobrak berbagai persoalan di tanah air. Lantas seperti apa mahasiswa di ULM dalam menyikapi persoalan di kampusnya sendiri?
BANJARMASIN – Para mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melakukan konsolidasi untuk menyikapi anjloknya akreditasi kampus dari A ke C, buntut skandal guru besar ULM.
Dialog mahasiswa dari 11 fakultas itu dilaksanakan di sekretariat bersama kampus ULM Banjarmasin, Kamis (26/9/2024) sore. Hasilnya, mereka bakal melakukan aksi ke Gedung Rektorat ULM, pada Jumat (27/9/2024) siang.
"Gerakan besok (hari ini, red) bukan untuk menghakimi. Tapi adalah gerakan dukungan dan harapan untuk ULM," kata Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa ULM, Syamsu Rizal.
"Aksi ini juga bentuk apresiasi atas berbagai macam upaya dari rektor beserta jajaran pimpinan ULM yang telah siang dan malam menyampaikan bahwa mereka ada untuk mengawal isu ini," tambahnya.
Kendati demikian, sambungnya, mahasiswa tetap punya prinsip yang bakal dimasukkan ke dalam tiga poin tuntutan. Pertama, mahasiswa menuntut kejelasan upaya reakreditasi (pengembalian akreditasi) ULM seterbuka mungkin.
Kedua, mendukung penuh pengusutan tuntas skandal guru besar di lingkungan ULM. "Kami meminta nama-nama guru besar yang tertera di media untuk bersikap kooperatif dan terbuka dengan publik".
Masih poin nomor dua, mahasiswa juga menuntut pihak universitas menuntaskan kasus mafia jurnal.
Ketiga, mereka mendesak rektor, senat, dan jajaran untuk kembali menekankan norma juga etika dalam pengangkatan guru besar di ULM. “Serta menjunjung tinggi asas kejujuran, kebenaran, dan keadilan dalam menyikapi berbagai permasalahan di kampus".
Editor : Fauzan Ridhani