Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Karhutla Sudah Hanguskan 151 Hektare Lahan di Kalsel, Banjarbaru Paling Luas Terbakar

M Fadlan Zakiri • Senin, 16 September 2024 | 18:25 WIB
BERJIBAKU:Upaya pemadaman kebakaran lahan oleh Tim Manggala Agni di wilayah Kota Banjarbaru, belum lama tadi.(Foto:Manggala Agni untuk Radar Banjarmasin)
BERJIBAKU:Upaya pemadaman kebakaran lahan oleh Tim Manggala Agni di wilayah Kota Banjarbaru, belum lama tadi.(Foto:Manggala Agni untuk Radar Banjarmasin)

BANJARBARU - Luas lahan yang hangus akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mencapai 151 hektar.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kalsel, Pormadi mengatakan dari data yang dihimpun Pusdalops BPBD Kalsel, per 14 September 2034 angka tersebut merupakan akumulasi luas lahan yang membakar lahan di 9 kabupaten/kota di Kalsel.

Dari jumlah tersebut, lebih setengahnya merupakan lahan kosong di wilayah Kota Banjarbaru yang mengalam 40 kejadian karhutla dengan total lahan yang hangus mencapai 78,147 hektar.

Kemudian disusul Kabupaten Banjar  terjadi 18 kali karhutla dengan total luasan lahan yang terbakar mencapai 23,522 hektar.

14 karhutla terjadi di Kabupaten Tanah Laut (Tala) yang menghanguskan 26 hektar lahan.

“Selebihnya, karhutla terjadi di 5 kali di Kabupaten HSU, di Kabupaten Batola empat kali karhutla, di Kabupaten HST 2 kali. Lalu di Kabupaten HSS, Balangan, dan Tanbu masing-masing terjadi tiga kali Karhutla," ungkap Pormadi, Minggu (15/9/2024) malam.

Data tersebut dibenarkan oleh Kabid Kedaruratan dan Logistik di BPBD Kota Banjarbaru, Ma'ruf Rijani. Ia menjelaskan puluhan lahan terbakar merupakan hasil penjumlahan dampak Karhutla di lima kecamatan.

"Itu berdasarkan penjumlahan luas dampak dari 46 kejadian Karhutla di Kota Banjarbaru," katanya.

Karhutla paling banyak terjadi di Kecamatan Cempaka dengan 17 kejadian.

Jumlah itu disusul oleh Kecamatan Landasan Ulin sebanyak 14 kali, Liang Anggang 10 kali, Banjarbaru Selatan 4 kali, dan Banjarbaru Utara sekali.

"Sedangkan lahan yang paling terdampak Karhutla paling luas di Liang Anggang, yakni mencapai 28.31 Hektare," jelasnya.

Kondisi ini memang diakui oleh Ketua relawan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) Pengayuan, Hendra.

Ia membeberkan dalam beberapa hari terakhir, ia bersama tim gabungan Satgas Karhutla Kota Banjarbaru memang disibukkan dengan kebakaran lahan.

“Belakangan ini kejadiannya (karhutla) makin menjadi-jadi. Setiap hari, ada saja api di lahan kosong,” ungkap Hendra.

Tidak hanya sampai di situ, Hendra menceritakan anggotahya harus kerja ekstra untuk memadamkan api karhutla hingga malam hari.

“Sabtu (14/9/2024) malam, kami sampai ikut membantu memadamkan kebakaran lahan di wilayah Desa Pandahan, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut,” bebernya

“Soalnya kalau tidak dipadamkan apinya bisa menjalar ke tempat kami (Liang Anggang, red), jadi kami harus lembur,” tukasnya

Beruntung, kondisi air di wilayah Kecamatan Liang Anggang masih ada, sehingga bisa digunakan untuk memadamkan api.

Ia menduga sejumlah karhutla di Liang Anggang ini terjadi karena faktor kesengajaan. Pasalnya,  ada sedikit kejanggalan yang ia temukan.

Seperti karhutla yang terjadi saat malam hari di lokasi rawa yang masih iumayan tinggi airnya.

“Tapi untuk kepastiannya kita serahkan saja ke aparat penegak hukum. Yang jelas, kami di sini tetap berusaha memadamkan api agar karhutla di Liang Anggang tidak sampai meluas,” tandasnya.

Editor : Fauzan Ridhani
#karhutla #banjarbaru #kebakaran hutan dan lahan #Kalsel #manggala agni