Api mulanya berkobar dari sebuah rumah di Jalan Madang Nomor 2, RT 33 Teluk Dalam, Banjarmasin Tengah yang berada tepat di sebelah bangunan sekolah.
Besarnya kobaran api yang didorong angin kencang dan sulitnya akses air membuat api sulit dipadamkan. Barisan pemadam kebakaran (BPK) harus berjibaku selama dua jam penuh sebelum api bisa dijinakkan.
Kepala SDN Teluk Dalam 3, Risdawati mengungkap tiga ruang kelas dan satu ruang laboratorium komputer terdampak. Meski tidak rusak parah, tapi dibutuhkan perbaikan.
“Ruang kelas 6 A hingga 6 C yang terdampak. Ruang laboratorium komputer juga terkena semprotan air, namun belum bisa dipastikan bagaimana kondisi komputernya,” ujar Risdawati saat ditemui di lokasi kejadian.
Rencana ke depan, pihak sekolah akan memindahkan sementara aktivitas belajar mengajar untuk kelas yang terdampak.
"Sementara, pembelajaran akan dipindahkan ke kelas 1, dan kelas 1 akan diliburkan dulu," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Banjarmasin, Ibnul Qayyim menyebutkan kerusakan gedung sekolah diperkirakan mencapai 15 persen.
“Ruang kelas yang terdampak lumayan parah, jadi mungkin pembelajaran harus dilakukan dengan sistem shift (bergiliran) untuk sementara,” jelasnya.
Qayyim juga menambahkan, pihaknya padahal sudah merencanakan renovasi SDN Teluk Dalam 3 pada 2025 dengan anggaran Rp2 miliar. Namun, kebakaran ini mempercepat proses pembenahan dengan alokasi dana Rp500 juta untuk perbaikan ruang yang terdampak kebakaran.
Sudah Tiga Sekolah Terbakar
Mundur ke belakang, SD Negeri Melayu 5 Banjarmasin juga terbakar pada Senin(22/7/2024) lalu.
Kebakaran ini berdampak terhadap delapan ruangan di sekolah di Gang Sempati, Jalan Veteran, Banjarmasin Tengah ini.
Awal September atau Minggu (1/9) kebakaran juga melanda SD Negeri Kebun Bunga 9 Banjarmasin.
Enam ruangan terbakar akibat peristiwa tersebut. Tiga kelas, ruang kerja kepsek, sebuah musala, dan ruang kelas yang dijadikan posyandu dilalap si jago merah.
Editor : Muhammad Syarafuddin