Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Tak Ingin Tragedi Jumat Kelabu Terulang, TNI AD Laksanakan LKO Penanganan Konflik Sosial

M Fadlan Zakiri • Rabu, 4 September 2024 | 18:42 WIB
RICUH:Simulasi penguraian massa pada Pra LKO Kodam VI Mulawarman di Kota Banjarbaru, Rabu (4/9/2024).(Foto:Fadlan Zakiri/Radar Banjarmasin)
RICUH:Simulasi penguraian massa pada Pra LKO Kodam VI Mulawarman di Kota Banjarbaru, Rabu (4/9/2024).(Foto:Fadlan Zakiri/Radar Banjarmasin)

BANJARBARU - Kerusuhan antara TNI dan para demonstran pecah di lapangan dr Murdjani Banjarbaru.

Peristiwa ini dipicu oleh aksi ratusan massa yang datang menggeruduk gedung Balai Kota Banjarbaru, pada Rabu (4/92024).

Aksi tersebut kemudian dilawan oleh kubu massa seberangnya. Kedua kelompok masyarakat ini lantas saling adu argumen hingga akhirnya bentrokan tidak terhindarkan lagi.

Namun, berkat kegigihan para petugas dari TNI dibantu water cannon dari Sat Brimob Polda Kalsel akhirnya bisa memukul mundur ribuan massa tersebut.

Adegan itu diperankan oleh jajaran TNI AD pada Simulasi Penanganan Konflik Sosial Subsatgas Kodim 1006/Banjar dalam rangka Pra Latihan Kesiapan Operasi (LKO) Kodam VI Mulawarman 2024.

Komandan Resort Militer (Danrem) 101/Antasari, Brigjen TNI Ari Aryanto yang memimpin kegiatan tersebut menyebutkan kegiatan ini merupakan agenda kegiatan rutin TNI AD dalam menjaga kondusifitas di tengah masyarakat.

Namun, kali ini, Ari menekankan seluruh prajuritnya harus selalu siap menghadapi segala situasi. Terutama pada masa pelaksanaan dan pasca Pilkada 2024.

“Yang jelas penanganan konflik sosial seperti simulasi ini akan kita jalankan kalau nantinya terjadi masa kegentingan sosial. seperti pada Pilkada 2024. Tetapi tentu tidak kita harapkan ada kejadian seperti ini,” jelas Ari.

Selain itu, Ari melanjutkan, pelaksanaan LKO ini juga untuk mengantisipasi tragedi Jumat Kelabu pada 1997 lalu kembali terjadi.

“Ingat kita punya sejarah kelam yang berkaitan dengan politik pada tahun 1997 silam. Awalnya kita anggap kondusif kita anggap tidak ada masalah, tau-tau muncul, itu yang tidak kita harapkan lagi,” tegasnya.

Karena itulah, TNI gabungan dengan Polri dengan Pemda terus mematangkan kesiapan agar situasi Kalsel selalu kondusif.

Sementara itu, Dandim 1006/Banjar, Letkol Kav Zulkifer Sembiring menyampaikan maksud dan tujuan Pra LKO ini menguji kesiapan dari satuan Kodam 6 Mulawarman beserta jajarannya.

Untuk pelaksanaan ini dibagi menjadi dua tahap tahap. Pertama dilaksanakan di Makodam di Balikpapan Kalimantan Timur, yang merupakan latihan melihat bagaimana kesiapan dari para staf yang ada di Kodam dalam hubungan prosedur hubungan komando dan staf dalam penanggulangan konflik sosial.

Tahap kedua yaitu pelaksanaan latihan lapang diambil dari Kodim 1006 Banjar yang mewakili untuk dilaksanakan uji kesiapan dari operasi ini,” jelasnya.

Zulkifer juga menjelaskan untuk jumlah personil yang terlibat ini berkisar 1500 orang terdiri sebagai pemeran aksi unjuk rasa.

“Kemudian ada juga yang sebagai pelaku jadi pelaku itu bagian dari TNI Polri dan unsur Pemerintah Daerah yang melaksanakan penindakan atau penanganan,” jelas Dansub Satgas Pra LKO Kodam IV Mulawarman TA 2024 ini

Ketika ditanya daerah mana yang dinilai rawan akan terjadi konflik sosial, Zulkifer menjawab tidak ada.

“Alhamdulillah, sampai saat ini tidak ada dan semuanya masih kondusif, tapi akan terus kami pantau perkembangannya baik di wilayah Banjar maupun Banjarbaru,” katanya.

“Mudah-mudahan, kita harapkan sampai nanti berakhirnya Pilkada ini situasi wilayah Banjar maupun Banjarbaru ini tetap dalam keadaan kondusif,” pungkas Zulkifer.

Editor : Fauzan Ridhani
#konflik #kodim #kodam vi mulawarman #banjarbaru #tragedi jumat kelabu