BANJARMASIN - Muhammad Yamin Sajali (39) yang dikabarkan hilang selama sebelas hari, akhirnya ditemukan tak bernyawa, Senin (26/8/2024) pagi tadi sekitar pukul 10.00 Wita.
Warga Jalan 9 November, Kelurahan Benua Anyar, Banjarmasin Timur ini ditemukan di pondokan sawah milik orang tuanya di Sungai Simpau, Kelurahan Sungai Andai, Banjarmasin Utara.
Jasad Sajali pertama kali ditemukan kedua orangtuanya, Asnawi (70) dan Jawiah (65).
Kondisi Sajali sangat mengenaskan, kedua tangan dan kaki kirinya putus. Sudah bisa dipastikan, Sajali adalah korban pembunuhan.
Lokasi ditemukannya jasa Sajali berada jauh dari pemukiman. Menuju kesana memerlukan waktu, karena tidak ada jalur darat. Cara satu-satunya menuju ke kawasan persawahan dan rawa itu hanya dengan menggunakan perahu kecil atau jukung.
Hal inilah yang jadi tantangan Personel Jatanras Satreskrim Polresta Banjarmasin menuju ke lokasi ditemukannya jasad Sajali.
Setelah menempuh jalur sungai, mereka harus berjalan kaki cukup jauh melalui semak belukar untuk bisa menuju lokasi kejadian.
Usai melakukan olah TKP, Polisi bersama relawan kemudian mengevakuasi jasad korban ke Kamar Pemulasaraan Jenazah RSUD Ulin Banjarmasin.
Patokan lokasinya berseberangan dengan pemancingan H Johan, tetapi lebih dulu memasuki anak sungai Martapura.
Udin (57) menceritakan korban adalah adik iparnya yang hilang sejak 11 hari lalu.
"Sebelumnya sudah dicari, bahkan sampai ke sawah. Tetapi tidak menemukan korban, kebetulan pagi tadi mertua saya (Asnawi dan Jawiah, orangtua korban) mau panen padi dan berangkatlah berdua ke sawah menggunakan jukung," ceritanya.
Sesampai di sawah, kedua orang tua korban kaget ketika mencium aroma busuk. Setelah dicek pondokan di pojok sawah, ternyata menemukan jasad putranya yang dicari-cari.
"Posisinya terlungkup, kedua tangan dan kaki kirinya putus, serta jasadnya busuk dan mengering," beber Udin.
Udin menduga pelaku yang menghabisi adik iparnya lebih dari satu orang. Dicurigai, tempat eksekusi bukan di area persawahan. Sebab sedikit pun tidak ada bercak darah di dalam pondokan atau sekitar lokasi sawah.
"Sepertinya, sebelum dihabisi, jukung korban dikaramkan. Sebab, mertua saya menemukan jukung tenggelam di tepi sawah. Barang-barang seperti parang, peralatan bertani,mie instan masih ada," ujarnya.
Udin tak berani berspekulasi motif peristiwa ini, ia pun sejauh ini tak mengetahui kalau korban memilki seteru. "Biar Kepolisian yang bekerja mengungkapnya, kami juga akan membantu menggali informasi. Sebelum korban berangkat dari rumah izin ke sawah," katanya.
Andi, adik korban mengungkapkan keluarga tidak heran jika kakaknya tidak pulang ke rumah apabila sudah pergi ke sawah. Pasalnya, Sajali sudah biasa bermalam berhari-hari di pondokan sawah, tetapi tidak biasanya lama sampai 11 hari seperti ini.
"Tidak mengira kami malah kondisinya seperti itu. Ini hari ke-11 Sajali tak pulang ke rumah," tandasnya.
Di Kamar Pemulasaraan Jenazah RSUD Ulin Banjarmasin, personel gabungan Jatanras Satreskrim Polresta Banjarmasin, Buser Polsek Banjarmasin Timur dan Utara berkoordinasi.
Selain itu ada personel Inafis Ditkrimum Polda Kalsel dan Satreskrim Polresta Banjarmasin.
Sementara, jasad korban dilakukan pemeriksaan oleh tim forensik RSUD Ulin Banjarmasin.
Editor : Fauzan Ridhani