KANDANGAN – Memasuki musim kemarau, Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) mulai bermunculan.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) HSS, Kusairi mengatakan berdasarkan data saat ini, Karhutla di Kabupaten HSS terjadi di tiga Kecamatan. Yaitu Daha Selatan, Daha Utara, dan Daha Barat di awal bulan Agustus tadi.
“Karhutla di Kecamatan Daha Utara terjadi di Desa Paramaian dan Pandak Daun. Sedangkan, di Daha Selatan terjadi di Desa Muning Dalam. Di Kecamatan Daha Barat terjadi di Desa Baru dan Siang Gantung,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (22/8/2024).
Karhutla terjadi di lima desa pada tiga Kecamatan ini menghanguskan lahan tidak sampai beberapa hektar.
“Lahan yang terbakar karhutla sudah berhasil dipadamkan Satgas Kecamatan, sekitar satu hektar saja lahan yang terbakar,” katanya.
Karhutla yang terjadi ini di Kabupaten HSS diduga akibat ada orang membuka lahan pertanian. “Dugaan sementara karhutla ada yang membuka lahan,” sebut Kusairi.
Meski Karhutla sudah bermunculan di Kabupaten HSS, tapi statusnya masih belum ditetapkan tanggap darurat, karena berhasil dipadamkan Satgas Kecamatan. “Status di Kabupaten HSS masih siaga darurat Karhutla,” tuturnya.
Antisipasi mencegah Karhutla, pihaknya sudah mengaktifkan posko di kecamatan yang rawan Karhutla tinggi. Seperti Kecamatan Daha Selatan, Daha Utara, Daha Barat, Kalumpang, Simpur, dan Sebagian Kecamatan Kandangan.
“Kami juga melakukan sosialisasi pencegahan Karhutla dan pemasangan spanduk dilarang membakar lahan,” ucapnya.
Berdasarkan prakiran BMKG, tahun ini termasuk musim kemarau basah atau normal dan tidak akan lama.
“Diperkirakan puncak kemarau terjadi di September. Dan, pada Oktober sudah memasuki musim penghujan,” sebut Kusairi.
Editor : Fauzan Ridhani