Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Honorer SMPN 33 Banjarmasin Ditemukan Membusuk, DItemukan Obat Maag, Flu dan Sakit Kepala

Maulana Radar Banjarmasin • Jumat, 9 Agustus 2024 | 08:54 WIB
EVAKUASI: Relawan emergency membawa jasad Hujairin ke fasilitas pemulasaraan jenazah Rumah Sakit Ulin
EVAKUASI: Relawan emergency membawa jasad Hujairin ke fasilitas pemulasaraan jenazah Rumah Sakit Ulin

BANJARMASIN - Jasad Muhammad Hujarin (54) pegawai honorer SMPN 33 Banjarmasin ditemukan membusuk di rumahnya di Kompleks Surya Nata I, Alalak Tengah, Banjarmasin Utara pada Kamis (8/8) pagi.

Berawal dari kecurigaan tetangga, Syahril (39) yang melihat pintu dan jendela rumah almarhum tertutup rapat selama beberapa hari terakhir. Sesekali, ia juga mencium bau bangkai dari arah rumah Hujairin.

Syahril lantas melapor ke ketua rukun tetangga (RT) setempat. Ketua RT bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Alalak Tengah lantas mencongkel kunci pintu rumah Hujairin.

Hingga mereka menemukan Hujairin dalam posisi tertelungkup. Hanya mengenakan celana dalam dan kaus oblong.

"Saya penasaran melihat motor masih di teras. Sesekali tercium bau bangkai saat angin berembus. Saya curiga Pak Hujairin meninggal dunia," kata Syahril.

"Beliau ditemukan di dalam kamar, sudah membusuk," tambahnya.

Syahril terakhir kali melihat Hujairin pada Sabtu (3/8) malam, sekitar bakda magrib. "Di rumah Pak Hujairin memang tinggal sendirian," ujarnya.

Teman kerjanya di sekolah, sempat berkirim pesan WhatsApp pada Hujairin. Namun pada Ahad (4/8) tidak dibalas lagi.

Keponakan Hujairin, Reza Fahlevi menceritakan, ia terakhir kali melihat pamannya pada Sabtu malam.

"Ketemu ayah di rumah dan mengobrol. Kondisinya sehat-sehat saja. Kami tidak tahu ada riwayat penyakit, sebab almarhum sama sekali tidak pernah bercerita," katanya.

Di TKP ada teman kerja Hujairin. Salman menuturkan, Hujairin sudah lima tahun bekerja sebagai tata usaha (TU) SMPN 33 Banjarmasin dengan status honorer.

"Sejak awal pekan tadi tidak masuk kerja. Rekan saya coba menghubungi, tetapi tidak direspons," ujarnya.

"Kami kaget kalau Pak Hujairin sudah meninggal," sambungnya.

Jasad honorer itu kemudian dievakuasi ke kamar pemulasaraan jenazah Rumah Sakit Ulin. Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda korban kekerasan.

"Dugaannya korban meninggal karena sakit, sebab hasil visum tidak menemukan tanda kekerasan. Kami hanya menemukan obat-obatan biasa seperti obat maag, flu dan sakit kepala," kata Kapolsek Banjarmasin Utara Kompol Taufik Arifin.

"Keluarga juga menolak autopsi. Menganggap ini musibah dan mengikhlaskan kematiannya," tutupnya.

Editor: Syarafuddin

Editor : Arief
#banjarmasin #meninggal