BANJARMASIN - Dua pemuda asal Kotabaru mengalami kecelakaan maut di Jalan Hasan Basri, Banjarmasin Utara, Rabu (24/7) dini hari. Korban adalah M. Taufiq (25) dan Deny Prastya (25). Keduanya sahabat dekat.
Insiden itu terjadi di depan kampus Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Tidak ada saksi mata. Namun kuat dugaan mereka mengalami kecelakaan tunggal. Terlihat dari pohon yang bekas ditabrak motor itu.
Keduanya mengalami luka serius di bagian kepala dan wajah. Korban pertama ditemukan nyungsep ke dalam got, sedangkan korban kedua tergeletak di atas jalan.
Kasat Lantas Polresta Banjarmasin AKP Edwin Widya Dirotsaha Putra mengatakan, sepeda motor Yamaha X-Ride nopol DA 6921 GAD yang dikendarai Taufiq bersama Deny melaju kencang.
Hilang kendali dan oleng ke sebelah kiri. "Pengendara terpental ke aspal dan penumpangnya terlempar ke dalam got bersama motornya. Akibat kendaraan yang melaju cepat, terjadi benturan keras hingga keduanya meninggal di tempat," jelas Edwin.
Dia memastikan keduanya mengenakan helm, namun kemungkinan tidak diklik.
"Tim masih penyelidikan, termasuk mencari petunjuk dari rekaman CCTV terdekat," pungkasnya.
Sementara di fasilitas pemulasaraan jenazah RSUD Ulin, tampak keluarga dan teman korban berkumpul.
Taufiq adalah mahasiswa semester akhir Universitas Islam Kalimantan (Uniska), rencananya akan menjalani sidang skripsi pada hari ini (25/7).
"Harusnya sidangnya hari ini (kemarin), tetapi ditunda ke hari Kamis," kata seorang teman korban.
"Rencananya, selesai kuliah Taufiq mau menyiapkan pernikahannya," tambahnya.
Di antara kumpulan orang yang sedang berkabung itu, tampak calon istri Deny dan orang tuanya.
"Saya teman sekantor Deny, kami bekerja di bidang pelayaran di Banjarmasin," ungkap seorang pria kepada Radar Banjarmasin.
Diceritakannya, Deny sudah dua tahun bekerja di perusahaan itu. Sebagai rekan kerja, ia menyebut Deny sebagai teman yang asyik dan lucu.
"Saya terakhir melihatnya sekitar pukul 9 malam tadi. Saya pulang duluan dan dia masih di kantor," ujarnya.
Namun, ia melihat Deny akhir-akhir ini agak pendiam. "Iya, betul dia mau menikah. Tuh, pacarnya," katanya.
Setelah divisum, jenazah keduanya dibawa pulang ke kampung halaman di Kotabaru untuk dimakamkan.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief