MARTAPURA – Bertambah lagi kasus pasien keracunan kecubung yang dirawat di RSJ Sambang Lihum, Kamis (11/7). Kini sebanyak 44 pasien.
Plt Direktur RSJ Sambang Lihum, Yuddy Riswandhy mengatakan ada tambahan lima pasien. "Jadi yang kemarin kita rawat ada 39 pasien, sampai dengan pagi ini bertambah totalnya 44 orang," ucapnya.
Kalau secara grafik, Yuddy menyebut terjadi tren penurunan kasus. Dari sebelumnya per hari ada 11 pasien, kemarin hanya 5 saja. “Mudah-mudahan ini turun terus, sehingga bisa berakhir," harapnya.
Yuddy mengakui pihaknya melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian serta BNN guna mencegah penyalahgunaan. Ia menginginkan semua masyarakat lebih perhatian. Tidak hanya fokus pada pengguna. “Tetapi juga fokus kepada kaum muda yang tidak pernah tersangkut penggunaan kecubung ini," jelasnya.
Menurutnya, semua unsur harus bergerak kalau memang ada yang ditengarai sebagai pengedar kecubung. “Mohon segera diinfokan ke aparat,” pesannya.
Mengenai ketersediaan bed di rumah sakit, Yuddy menyebut pihaknya sudah menyiapkan pengalihan beberapa ruangan. "Sehingga dalam kapasitas 50 kami masih siap. Kalau memang lebih dari 50, kami akan strukturisasi lagi pola perawatan kami untuk mengatasi kasus ini," katanya.
Sebelum kasus keracunan kecubung ini merebak, ada 300 tempat tidur. Terbagi dua, khusus untuk kasus ODGJ disiapkan 178 bed, dan kasus penyalahgunaan narkoba tersedia 120 bed.
"Tapi dengan kondisi ini, kami harus membalik situasi (pembagian bed). Perawatan sementara (penyalahgunaan narkoba, red) ada 178 bed, sedangkan ODGJ 120 bed," jelasnya.
Dari 44 pasien keracunan kecubung dirawat di RSJ Sambang Lihum, 6 orang di antaranya dari Barito Kuala, 3 orang dari Banjarbaru, 7 orang dari Kabupaten Banjar, 1 orang dari Hulu Sungai Selatan, 22 orang dari Banjarmasin, dan 3 orang dari Kabupaten Kapuas. Dua di antaranya telah wafat.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief