BANJAR - RSJ Sambang Lihum, Provinsi Kalimantan Selatan saat ini sedang disibukkan dengan penanganan puluhan pasien yang diduga mabuk buah kecubung.
Kondisi itu terjadi terekam dalam sebuah video yang beredar di media sosial sejak kemarin (7/7/2024) malam. Di sana terlihat sejumlah ambulans yang datang silih berganti ke IGD RSJ Sambang Lihum.
Para pasien tersebut dikabarkan datang dalam keadaan demam, linglung, gelisah hingga berhalusinasi.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSJ Sambang Lihum, Yuddy Riswandhy Noora membenarkan hal tersebut.
Ia membeberkan bahwa pasien mabuk kecubung ini sudah berdatangan sejak beberapa hari yang lalu.
Dan saat ini total pasien mabuk buah kecubung yang masuk ke sana sebanyak 28 orang. 25 diantaranya laki-laki dan 3 orang perempuan.
“Rata-rata pasien (mabuk kecubung) yang masuk ini adalah warga dengan rentang usia mulai dari 20-53 tahun,” ungkap Yuddy kepada awak media, Selasa (9/7/2024) siang.
Dari total pasien yang masuk ternyata ada dua orang yang meninggal dunia akibat keracunan kecubung.
"Keduanya adalah pasien laki-laki yang meninggal dunia. Pertama pada hari Jumat tanggal 5 Juli 2024, sedangkan yang kedua pada Selasa pagi, tanggal 9 Juli 2024," ujarnya.
Yuddy menyebut bahwa para pasien mabuk kecubung ini berasal dari berbagai daerah, diantaranya dari Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Hulu Sungai Selatan, Batola hingga Kotabaru.
"Untuk asal pasien ini sesuai dengan data dari KTP, mereka tersebar dari beberapa Kabupaten Kota di Kalsel," tambah Yuddy.
Akibatnya, ruang perawatan detoks di RSJ Sambang Lihum sudah penuh dan pihaknya menggunakan ruangan lain untuk menampung pasien mabuk kecubung.
"Ini pertama kalinya kita menangani pasien mabuk kecubung yang cukup banyak dalam waktu dekat," tegasnya.
Editor: Arif Subekti