Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Terungkap, Pengeroyokan Remaja Putri di Siring Kemuning Banjarbaru Dipicu Motif Cemburu, Tak Terima Suami Digoda Korban

M Fadlan Zakiri • Jumat, 5 Juli 2024 | 19:14 WIB
BRUTAL:Aksi pengeroyokan tiga remaja terhadap seorang anak perempuan berusia 13 tahun di Siring Sungai Kemuning, Kota Banjarbaru yang viral di media sosial pada 1 Juli 2024 lalu.(Foto:Tangkapan Layar
BRUTAL:Aksi pengeroyokan tiga remaja terhadap seorang anak perempuan berusia 13 tahun di Siring Sungai Kemuning, Kota Banjarbaru yang viral di media sosial pada 1 Juli 2024 lalu.(Foto:Tangkapan Layar

BANJARBARU - Aksi pengeroyokan seorang remaja putri berusia 13 tahun yang menghebohkan Kota Banjarbaru pada 1 Juli 2024 lalu, ternyata dilatarbelakangi rasa cemburu.

Hal ini diketahui setelah Satreskrim Polres Banjarbaru membeberkan motif dari aksi penganiayaan brutal yang sempat viral di media sosial tersebut.

Sebelumnya, Kasi Humas Polres Banjarbaru, AKP Syahruji mengatakan dalam kasus ini pihaknya sudah menetapkan tiga orang tersangka, yang semuanya masih berada di bawah umur dan merupakan anak putus sekolah.

Dua diantaranya merupakan Anak Berurusan dengan Hukum (ABH) perempuan berusia 17 dan 15 tahun.

Satu lagi adalah ABH laki-laki dengan usia 16 tahun.

Dari pengakuan korban, penganiayaan ini dipicu rasa cemburu salah satu ABH perempuan berusia 17 tahun terhadap perilaku korban.

“Dia (ABH perempuan 17 tahun) ini cemburu akibat korban menggoda pasangannya (ABH laki-laki 16 tahun),” ungkap Syahruji saat dikonfirmasi, Jumat (5/7/2024) sore.

Dari pemeriksaan itu juga, kedua ABH tersebut mengaku merupakan pasangan suami istri (pasutri).

Selain dari pengakuan pelaku, status ini sudah terlihat dalam rekaman video yang beredar.

Sebab dalam video berdurasi 36 detik itu, salah satu pelaku perempuan yang berbaju putih terekam ucapan sedang mencari pasangannya.

Dan hal itu sejalan dengan hasil pemeriksaan bahwa kedua pelaku ABH merupakan pasutri. “Laki-lakinya digoda sama si korban lewat WA. Jadi si pelaku tidak terima dengan hal tersebut,” ungkap Syahruji.

Saat ini, lanjut Syahruji, kasus yang menjerat ketiga ABH ini sudah masuk ke tahap pemberkasan perkara.

Kemudian pelaku dan korban juga masih dalam pendampingan oleh Unit PPA Polres Banjarbaru dan UPTD PPA Kota Banjarbaru.

Psikolog UIN Antasari, Shanty Komalasari menilai ketiga pelaku harus segera mendapat penanganan secara psikologis.

“Bagi pelaku tentu diberikan konseling, psikoedukasi, dan psikoterapi agar perilaku dapat berubah menjadi adaptif dengan berbagai pendekatan,” ujarnya.

Hal ini dikarenakan adanya kekhawatiran para pelaku merasa jadi lebih jago.

Bukannya memberi efek jera, malah memicu tindakan negatif lainnya oleh para pelaku.

Sehingga, perlu dilakukan asesmen terlebih dahulu untuk mengetahui dampak perilaku negatif pada para pelaku untuk menentukan penanganan psikologis sesuai kebutuhannya.

“Ini juga berlaku bagi korban dan anak kecil yang terlibat dalam kejadian tersebut, agar dapat meminimalisir dampak dari peristiwa negatif yang dilihatnya,” tukas Shanty.

Editor : Fauzan Ridhani
#Pengeroyokan #banjarbaru #remaja putri #cemburu #media sosial