Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kembali Mencuat, Perkelahian Pelajar di Takisung Akhirnya Dimediasi

Norsalim Yahya • Sabtu, 15 Juni 2024 | 12:44 WIB
MEDIASI: Suasana mediasi antara orang tua korban dan pelaku perkelahian di SMPN 1 Takisung.
MEDIASI: Suasana mediasi antara orang tua korban dan pelaku perkelahian di SMPN 1 Takisung.

TAKISUNG - Kasus perkelahian antar pelajar di SMPN 1 Takisung yang terjadi hampir satu tahun lalu kembali mencuat ke permukaan.

Peristiwa itu terjadi pada 24 Juli 2023 lalu, kejadiannya di dalam lingkungan sekolah saat waktu istirahat, melibatkan empat siswa.

Kembali mencuatnya kasus ini setelah adanya laporan dari pihak keluarga Satria Pranata yang menjadi korban ke Pemerintahan Desa (Pemdes) Desa Gunung Makmur, Kecamatan Takisung.

Mendapat laporan, pihak pemdes pun langsung memanggil orang tua korban dan pelaku serta pihak sekolah untuk dilakukan mediasi.

Mediasi pun akhirnya digelar oleh pemdes pada Jumat (14/6) pagi di kantor desa setempat. Dipimpin langsung Kepala Desa Gunung Makmur Noorahmad didampingi forkopimcam Takisung.

Dalam pertemuan itu terungkap awal mula perkelahian antara korban dengan para pelaku yakni Ahmad Abdul Aziz, Fajar Adi Putra, dan Zainal.

Perkelahian itu dipicu oleh adanya olok-olokan oleh salah satu pelaku terhadap korban, sehingga memicu adanya perkelahian.

Akibat perkelahian itu korban mengalami beberapa luka fisik dan saat ini mengalami kelumpuhan pada kaki kiri, karena beberapa tulang belakang dan saraf mengalami kerusakan.

"Kelumpuhan ini terjadi sejak bulan Desember 2023 hingga sekarang," ungkap Maria Ulfah, orang tua korban.

Dikatakannya, saat ini anaknya tidak mau lagi untuk bertemu dengan orang lain dan memilih mengurung diri di rumah, begitupun bersekolah.

"Sempat dipindah sekolah lain ke daerah Bati-Bati setelah kejadian. Namun sejak Desember tahun lalu anaknya tak mau lagi sekolah," tuturnya.

Maria pun berharap anaknya mendapat pendampingan psikologi agar traumanya bisa kembali pulih.

"Harapannya dari pihak pelaku bisa membantu berobat ke psikolog," harapnya.

Budiono, salah satu orang tua pelaku, mengatakan bahwa kejadian tersebut sebenarnya telah ada kesepakatan antara kedua belah pihak.

Ia pun bingung mengapa kejadian ini kembali mencuat. Namun dirinya pun mensepakati perjanjian hari ini.

"Kami bersedia membantu dan mendampingi pengobatan psikologi korban. Selain itu juga bersedia melakukan kunjungan," katanya.

Kepala Sekolah SMPN 1 Takisung, Husaini mengatakan setelah beristiwa itu pihak sekolah langsung memanggil para siswa yang terlibat perkelahian, begitu juga orang tuanya.

"Kami juga melakukan mediasi di Polsek dan akhirnya ada kesepakatan," ungkapnya.

Ia mengatakan, ketiga siswa yang terlibat perkelahian ini sudah diberikan sanksi dengan membuat surat perjanjian tidak mengulangi perbuatannya.

Semantara itu, Kades Gunung Makmur Noorahmad berharap melalui mediasi ini dapat menghasilkan kesepakatan antar kedua belah pihak. Sehingga tidak ada lagi muncul permasalahan dikemudian hari.

"Harapan kami tidak ada lagi permasalahan kedepan dan selesai hari ini," tegasnya. 

 

Editor: Arif Subekti

 

Editor : Muhammad Helmi
#Tanah Laut #Penganiayaan #Perkelahian