Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Bakal Diguyur Hujan dengan Intensitas Tinggi, Tiga Daerah di Kalsel Ini Diminta Waspada Bencana

M Fadlan Zakiri • Jumat, 7 Juni 2024 | 05:27 WIB
HUJAN DERAS:Sebagian wilayah Kota Banjarbaru diguyur hujan dengan intensitas tinggi.(Foto:Fadlan Zakiri/Radar Banjarmasin)
HUJAN DERAS:Sebagian wilayah Kota Banjarbaru diguyur hujan dengan intensitas tinggi.(Foto:Fadlan Zakiri/Radar Banjarmasin)

BANJARBARU - BMKG Kalsel meminta tiga wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk waspada terhadap dampak cuaca ekstrem yang belakangan ini terjadi.

Ketiga wilayah tersebut adalah Kabupaten Kotabaru, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), dan Kabupaten Tanah Laut (Tala).

Analis Iklim di Stasiun Klimatologi (Staklim) Kelas I BMKG Kalsel, Muhammad Arif Rahman mengatakan BMKG mencatat curah hujan di wilayah tersebut luar biasa tinggi.

Terutama yang di Kecamatan Pulau Laut Utara, tepatnya di Bandara Kotabaru dan Desa Berangas, hujan ekstrem mencapai lebih dari 150 mm per hari.

Sebab, analisa cuaca BMKG diketahui Kalsel berpotensi hujan lebat pada siang-sore hari Kabupaten Kotabaru, Tanbu, dan Tala.

“Di wilayah lain, curah hujan termasuk kategori lebat (50-100 mm/hari) hingga sangat lebat (100-150 mm/hari),” ucapnya kepada Radar Banjarmasin, Kamis (6/6/2024) sore.

Wilayah lain yang dimaksud Arif tersebut adalah Kabupaten Barito Kuala (Batola), Tapin, Banjarbaru, Banjarmasin, Tanah Laut, Hulu Sungai Tengah (HST), Hulu Sungai Utara (HSU), dan Hulu Sungai Selatan (HSS).

“Kondisi di wilayah barat Kalsel ini hasil analisis curah hujan bulanan Mei 2024, umumnya curah hujan berada dalam kondisi rendah hingga tinggi,” ujarnya

Sedangkan, curah hujan menengah hingga tinggi terjadi di sebagian besar wilayah timur Kalsel, meliputi: Kotabaru, Tanah Laut, dan Tanah Bumbu.

Ia membeberkan, kondisi tersebut diperkirakan akan tetus terjadi dalam 3 hari ke depan, khususnya di wilayah timur Kalsel yang meliputi Kabupaten Kotabaru, Tanah Bumbu, dan Tanah Laut.

Hal ini disebabkan masih aktifnya gelombang Rossby Ekuatorial dan kondisi atmosfer yang masih labil di sekitar Selat Sulawesi.

Lantas, apakah ini pertanda bahwa wilayah sudah berada di penghujung musim hujan, menuju musim kemarau?

BMKG memprediksi awal musim kemarau di wilayah Kalsel akan dimulai pada pertengahan Juni 2024, sehingga saat ini masih dalam masa transisi ke musim kemarau.

Untuk wilayah timur Kalsel misalnya, secara klimatologis umumnya pada bulan Juni akan mengalami peningkatan curah hujan sebelum memasuki musim kemarau.

Hal ini disebabkan oleh letak geografisnya yang berbatasan dengan laut dan di tengah Kalsel terdapat Pegunungan Meratus yang membendung pergerakan atmosfer.

Kondisi ini membuat terjadi efek orografis yang menyebabkan wilayah timur Kalsel lebih basah dibandingkan wilayah barat yang awal musim kemaraunya lebih cepat.

“Wilayah Kalsel bagian timur umumnya yang perlu diwaspadai, adalah Kabupaten Kotabaru, Tanah Bumbu,” ujarnya

Selain itu, peringatan waspada ini juga berlaku untuk sebagian besar wilayah Tanah Laut, sebagian Balangan bagian timur, HSS bagian timur, dan Tapin bagian timur.

“Kondisi ini dikarenakan secara klimatologis pada bulan Juni terjadi peningkatan curah hujan. Dan berdasarkan prediksi, curah hujan masih berpeluang tinggi dengan kategori menengah hingga tinggi,” imbuhnya.

Di sisi lain, BMKG memprediksi curah hujan sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi 2 hingga 3 hari kedepan, kemudian diikuti dengan transisi menuju kemarau untuk wilayah barat Kalsel.

Untuk wilayah Kotabaru, Tanah Bumbu masih perlu mewaspadai karena secara historis bulan Juni biasanya ditandai dengan curah hujan tinggi sebelum memasuki musim kemarau yang diprediksi masuk di bulan Agustus untuk wilayah Kotabaru dan Tanah Bumbu

Editor : Fauzan Ridhani
#banjarbaru #Cuaca Ekstrem #Kalsel #bmkg #diguyur hujan deras