Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Jalan Kaki dari Martapura Hingga Jejangkit, HR Ditemukan Meninggal Dunia di Sebuah Warung

Sheilla Farazela • Selasa, 28 Mei 2024 | 23:10 WIB
KELELAHAN:HR ditemukan terlentang meninggal dunia di sebuah warung di Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Selasa (28/5/2024). (Humas Polres Banjar untuk Radar Banjarmasin)
KELELAHAN:HR ditemukan terlentang meninggal dunia di sebuah warung di Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Selasa (28/5/2024). (Humas Polres Banjar untuk Radar Banjarmasin)

MARTAPURA - Warga Sungai Tabuk digegerkan atas penemuan mayat pria yang ditemukan telentang di sebuah warung di Desa Tajau Landung, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Selasa, (28/5/2024) pukul 06.00 wita.

Belakangan diketahui korban berinisial HR (44), beralamat di Desa Jejangkit, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Batola, Kalimantan Selatan.

Informasi yang diperoleh, HR awalnya berjalan kaki dari Martapura, Kabupaten Banjar menuju Jejangkit, Kabupaten Batola.

HR yang bekerja sebagai tukang jahit di Martapura itu, diduga ia ingin pulang setelah tiga minggu tidak pulang ke rumah.

"Pada pukul 05.30 Wita, korban sempat mampir di salah satu warung untuk membeli minuman dan melanjutkan perjalanannya. Korban kemudian mampir lagi di warung lain untuk beristirahat," ucap Kapolres Banjar, AKBP Ifan Hariyat melalui Kasi Humas Polres Banjar, AKP Suwarji, Selasa (28/5/2024) sore.

AKP Suwarji menyampaikan pada pukul 06.00 Wita, Kepala Desa Tajau Landung menghubungi Polsek Sungai Tabuk Polda Kalsel, melaporkan penemuan mayat tersebut.

Polsek Sungai Tabuk dan Unit Inafis Polres Banjar segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan pengamanan

"Dari hasil identifikasi oleh Unit Inafis Polres Banjar tidak menemukan luka atau tanda kekerasan pada korban. Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Ulin Banjarmasin untuk dilakukan visum, " urainya.

"Korban meninggal dunia karena kelelahan akibat berjalan kaki dan memiliki penyakit asma. Korban diperkirakan meninggal dunia sekitar pukul 05.00 Wita, atau sekitar 5 jam sebelum ditemukan, "tambahnya.

Adapun Barang Bukti yang dihimpun oleh petugas, lanjut Suwarji, antara lain satu buah peci warna putih, satu lembar baju koko lengan panjang warna emas, satu lembar celana panjang warna hitam, satu buah kalung tasbih, satu pasang sepatu warna putih kecoklatan, dua pasang kaos kaki, dan uang sebesar Rp70 ribu. 

"Menurut keterangan saksi dan keluarga, korban sudah lama menderita penyakit. Keluarga korban juga menolak dilakukan otopsi dan telah membuat pernyataan penolakan," imbuhnya. 

Editor : Fauzan Ridhani
#martapura #Temuan Mayat #jalan kaki #kabupaten banjar #meninggal dunia