BANJARMASIN – Pencurian meteran air leding kembali marak. Supervisor Tunggakan Pelanggan Perusahaan Air Minum (PAM) Bandarmasih, Yuraida menyebutkan, sejak Januari sampai Mei sudah lima meteran yang raib.
Rinciannya, dua laporan dari Banjarmasin Utara. Lalu Banjarmasin Selatan, Timur, dan Barat masing-masing satu laporan.
Yuraida menduga, kemungkinan yang hilang lebih banyak. Hanya saja belum dilaporkan pelanggan.
"Misalnya pelanggan yang memiliki rumah atau bangunan kosong yang lama ditinggalkan, tidak tahu meteran airnya hilang," kata Yuraida, Selasa (14/5).
Namun, untuk penggantian meteran yang dicuri, PAM mengenakan biaya ke pelanggan. "Sesuai aturan, karena pada dasarnya keamanan meteran adalah tanggung jawab pelanggan," tegasnya.
"Tapi, kami akan memberikan kebijakan keringanan biaya. Syaratnya pelanggan bisa melampirkan surat laporan kehilangan dari kepolisian," lanjutnya.
"Pelanggan hanya dikenai biaya sebesar Rp27.500," sebutnya.
Pencurian ini juga merugikan PAM. "Membuat kami banyak kehilangan air. Soalnya ketika meternya diambil dan pipanya tidak ditutup maka airnya akan terus mengalir," ujarnya.
Dia meminta pelanggan berhati-hati. "Petugas resmi pembaca meter air selalu mengenakan seragam. Dibekali kartu pengenal dan surat tugas dari PAM Bandarmasih," pungkasnya.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief