BANJARBARU - Musibah kebakaran yang menghanguskan 17 rumah warga di Kecamatan Cempaka Sabtu (16/3) tadi, membuat Pemko Banjarbaru memutar otak terkait penanganan pemukiman di kawasan tersebut.
Setelah melakukan peninjauan dan penyerahan bantuan kepada korban kebakaran pada Senin (18/3), Sekretaris Daerah (Sekda) Banjarbaru, Said Abdullah, langsung memimpin rapat untuk membahas tindak lanjut penanganannya.
Hasilnya, ada satu poin penting yang disepakati. Yakni pemko akan menyewakan rumah untuk 17 kepala keluarga (KK) yang menjadi korban kebakaran. “Ini akan kami sosialisasikan ke masyarakat,” katanya.
Sedangkan lokasi yang terjadi kebakaran akan dilakukan normalisasi oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarbaru. “Jadi lokasi ini (kebakaran) masuk dalam perencanaan relokasi oleh pemerintah. Dapat dilihat lokasinya berada di tengah-tengah sungai, karena itu para warga akan dipindahkan," jelas Said Abdullah.
Ia juga mengatakan, warga yang rumahnya terbakar tidak akan bisa kembali menempati lokasi tersebut. Sebab pemerintah sudah menyiapkan tempat dan sudah melakukan sosialisasi dan pendataan untuk merelokasi mereka ke tempat yang sudah disiapkan.
“Normalisasi harus dilakukan, karena saat ini sungai yang ada ini tersumbat. Rencana normalisasi sesuai dengan masterplan penanganan banjir. Setelah itu baru akan dilakukan tahapan pengerjaan relokasi,” jelas Said.
“Saat ini sedang mengupayakan permohonan ke pemerintah pusat untuk biaya pembangunan rumah," tambah Said.
“Dinas PUPR akan melakukan pematangan perencanaan. Terutama akses jalan dan jembatan ke kawasan relokasi. Semoga tahun 2025 sudah bisa dimulai pembangunan rumah relokasi," harapnya.
Sementara itu, Camat Cempaka, Dedy Haryadi saat dikonfirmasi membenarkan kalau sungai di kawasan tersebut akan dinormalisasi. "Kalau secara keseluruhan ada sekitar satu kilometer yang harus dinormalisasi. Tetapi karena masih banyak rumah dan harus direlokasi, maka daerah yang kebakaran didahulukan," terangnya.
Lantas kapan dilakukan normalisasi? Dedy mengatakan untuk yang daerah terbakar diusahakan tahun 2024 ini.
Sisi lain, Lurah Cempaka, Suprianto menyebut bahwa pihaknya sudah melakukan sosialisasi rencana relokasi ini terhadap 177 KK yang akan terdampak. "Tidak semua harus dipindahkan, ada beberapa rumah yang hanya perlu diperbaiki, karena masuk di sempadan sungai," katanya.
Ia menghitung, jumlah warga yang bakal direlokasi sekitar 100 KK yang rumahnya berada di bantaran Sungai Kuranji. "Sudah disiapkan tanah sekitar 3 hektare di dekat Embung Cempaka. Tanah itu sudah dibebaskan pada 2023 lalu," pungkas Suprianto.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief