BANJARMASIN - Rumah semi permanen di Tatah Belayung, Pemurus Dalam, Banjarmasin Selatan ambruk pada Senin (11/3) subuh.
Paling parah di sisi kiri bangunan, pondasinya hampir tenggelam sedalam satu meter.
"Dini hari terdengar bunyi kayu patah, menyusul tembok retak, dan bunyi ketiga langsung ambruk," kata pemilik rumah, Noor Aina (25).
Bunyi retakan itu terdengar dini hari. Tapi Aina memilih bertahan sampai subuh.
Syukurlah, dia dan suaminya beserta anak-anaknya selamat. "Saya trauma," ungkap Aina.
"Kami berlari keluar tanpa memikirkan apa-apa lagi, yang penting menyelamatkan diri," imbuhnya.
Rumah itu baru ditempati selama tiga tahun, dibeli dari seseorang. Aina menduga pondasinya memang bermasalah.
"Tepat tiga tahun kami menempati. Saya ingat karena membelinya saat bulan puasa," kisahnya.
Rumah itu miring ke kiri, menempel ke tiang kanopi rumah tetangga. "Saya khawatir terjadi ambruk susulan dan mengenai rumah tetangga. Makanya suami saya pagi-pagi membeli kayu galam untuk menahan kemiringannya. Agar tak sampai menimpa rumah di sebelahnya," ujarnya.
Satu per satu perabot dan harta benda dikeluarkan dan dipindahkan ke rumah kerabat.
"Sementara menginap di sini dulu. Saya tidak berani lagi tinggal di rumah itu," tegasnya.
Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarmasin, Husni Thambrin mengatakan bangunan itu masih belum aman. Masih rawan terjadi ambruk susulan.
"Dugaan penyebab adalah pondasi rumah yang tidak kuat menahan beban bangunan," ujarnya.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief