Bertepatan dengan momen Hari Ulang Tahun (HUT) Pemadam Kebakaran (Damkar) Nasional ke-105, Kampung Sungai Mesa dihajar si jago merah.
****
BANJARMASIN - Peristiwa itu terjadi menjelang waktu salat Jumat di Gang Darussalam 2 Jalan Sungai Mesa, Banjarmasin Tengah, kemarin (1/3) siang.
"Apinya tinggi sekali. Hawa panasnya sampai menampar pipi saya," kata Dana, saksi mata.
Jarak antara lokasi kebakaran dengan rumahnya hanya bersebelahan gang. Dana tinggal di Gang Darussalam 3.
"Kebakaran terjadi tak lama setelah listrik padam," ucap perempuan 50 tahun itu.
Sejak subuh, Banjarmasin diguyur hujan. Menjelang siang, sempat terjadi pemadaman listrik.
Di tengah gerimis, relawan BPK (Bantuan Pemadam Kebakaran) berdatangan mengepung titik api.
Di antara kerumunan pemadam dan penonton, Tasya duduk termangu di bangku teras rumah tetangga.
Matanya sembab. Rumahnya turut terbakar dalam musibah itu.
Namun, perempuan berkerudung hitam itu mengaku beruntung. Masih selamat dari kobaran api.
"Rumah saya berada persis di belakang rumah yang terbakar pertama kali," ujarnya.
Tasya ingat, sebelum asap hitam muncul, terdengar bunyi letupan-letupan dari rumah tersebut.
"Letupan itu terdengar di bagian atap," ujarnya.
Ayah Tasya, Yusuf menduga, bunyi letupan itu berasal dari korsleting listrik.
"Ketika saya datang, api sudah berkobar. Dikabari anak saya kalau rumah kami sudah habis," ujarnya masygul.
Diceritakan Yusuf, yang pertama kali terbakar adalah sebuah rumah tua dari kayu.
Permukiman dengan rumah dempet-dempetan seperti itu memudahkan api menjalar cepat.
"Kami tidak sempat menyelamatkan apa-apa selain baju di badan," ujarnya.
"Saya tidak tahu akan tinggal di mana. Mungkin mengungsi ke rumah keluarga," tutup Yusuf.
Pantauan Radar Banjarmasin, kebakaran padam bertepatan dengan azan zuhur berkumandang.
Komandan Peleton II di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Banjarmasin, Ady Chandra menyebutkan ada tiga rumah yang terbakar.
"Milik Pak Yusuf, Bu Yana dan rumah Bu Idah," ujarnya di lokasi.
Soal penyebab kebakaran, masih dalam tahap penyelidikan. Dugaan sementara akibat korsleting.
"Melihat kondisi rumahnya, biasanya instalasi listriknya sudah agak tua dan rawan memicu percikan api," jelasnya.
"Tidak ada korban jiwa atau luka, tapi kerugian material ditaksir ratusan juta rupiah," tambah Ady.
Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Tengah, Iptu Hendra Agustian Ginting mengatakan dugaan sementara karena arus pendek.
"Dari keterangan saksi-saksi, penyebabnya diduga karena arus pendek listrik," ujarnya singkat.
Membuka Trauma Tasya
TASYA sedang tidur-tiduran di loteng kamarnya. Di luar gerimis, cuaca dingin.
Perempuan 20 tahun itu terbangun ketika mendengar bunyi letupan-letupan yang janggal.
Dengan mata yang masih mengantuk, dia membuka jendela tengah. Mencari sumber bunyi.
"Pas buka jendela, saya melihat asap dan api kecil yang semakin membesar," ujarnya.
Insting Tasya menyuruhnya untuk berlari. Mengabaikan barang berharga dan dokumen penting.
Keputusan yang terbukti benar. "Turun ke lantai satu. Bergegas turun lewat pintu samping. Keluar lewat dapur rumah tetangga di sebelah gang," kisahnya.
"Kalau saja tidak ada jalan kecil itu, saya pasti sudah dikepung api," kisahnya.
Tasya berandai-andai. Tanpa bunyi letupan itu, dia mungkin masih enak rebahan di kasur.
Peristiwa ini membuka duka di masa lalu Tasya.
Delapan tahun silam, ibu Tasya meninggal dunia dalam musibah kebakaran. Kala rumah orang tuanya di Sungai Andai terbakar.
"Masih membekas kejadian itu. Saya selalu teringat almarhumah ibu," ujarnya.
Keluarganya kemudian pindah ke Sungai Mesa. Tasya hanya tinggal berdua bersama ayahnya, Yusuf.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief