Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Nasib Nahas Halte di Masjid Sabilal: Lantai Dicuri, Dinding Dicoret, Jadi Tempat Mabuk-mabukan

Wahyu Ramadhan • Sabtu, 24 Februari 2024 | 11:16 WIB
LANTAI LENYAP: Halte bernasib nahas ini berada di kawasan Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Jalan Sudirman, Banjarmasin Tengah.
LANTAI LENYAP: Halte bernasib nahas ini berada di kawasan Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Jalan Sudirman, Banjarmasin Tengah.

Di Banjarmasin, halte punya multiguna. Tempat penumpang bus menunggu, tempat tunawisma tidur, dan tempat mabuk-mabukan. Bebas karena tak ada yang mengawasi.

        ****
BANJARMASIN - Setelah menjadi korban vandalisme, dicoret-coret dengan cat semprot, kini lantai halte dari besi itu raib dicuri.

Kejadian ini menimpa halte bus di pagar Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Jalan Sudirman, Banjarmasin Tengah.

Sejarahnya, dahulu halte itu dibangun dekat Tugu Nol Kilometer. Ketika ada proyek pembangunan shelter di siring, halte ini dipindahkan ke masjid.

Pantauan Radar Banjarmasin, Jumat (24/2) siang, kondisi halte itu sungguh mengenaskan. Sampah plastik berserakan di bawah lantai yang bolong.

Sulit berharap masyarakat mau berpindah dari kendaraan pribadi ke transportasi umum, bila kondisi haltenya saja begini.

Ketika wartawan sedang memotret halte tersebut, tak lama seorang pesepeda motor datang menghampiri.

"Ini (lantai halte) dicuri. Saya tahu karena melihat langsung," kata Midun.

Ia warga Sungai Andai, Banjarmasin Utara. Sehari-hari melangsir minyak di SPBU Sabilal.
Midun menuturkan, lantai halte itu tidak lenyap sekaligus, tapi satu per satu. Dicongkel pakai obeng.

Ia melihat pencurinya dua laki-laki. Salah satunya gondrong dan bertato. Keduanya beraksi di siang bolong. Benar-benar nekat.

Dan mereka melakukannya dengan sabar selama berhari-hari. "Saya bersama kawan-kawan (sesama pelangsir) sempat mengawasi. Satu per satu lempengan lantai itu dicopotnya. Kemudian ditaruh di belakang pagar masjid," kisahnya.

Ketika malam hari tiba, baru mereka angkut. "Betul dugaan saya, sepertinya besi-besi itu dijual kiloan," ujarnya.

Ditanya kapan lantai halte itu hilang seluruhnya, Midun mengatakan persisnya pada Kamis (22/2) malam.

"Sebenarnya tidak hanya besi halte. Di sini kabel-kabel lampu juga sering menjadi sasaran pencurian. Contoh, kabel di Jembatan Merdeka. Saya dengar pencurinya sudah ditangkap polisi," bebernya.

Jauh sebelum pencurian itu terjadi, Midun merasa miris dengan kondisi halte itu. Terutama pada malam hari. Ketika halte berubah menjadi tempat yang angker.

Menjadi tempat gelandangan bernaung dan tidur. "Orang mabuk juga ada. Siapa yang berani duduk di sana menunggu bus," ujarnya.

“Sayang sekali, fasilitas sebagus ini malah dirusak," sesalnya.

Dikonfirmasi, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan Banjarmasin, Ibni Achiruddin menegaskan halte itu bukan tanggung jawab pihaknya.

Lantas, siapa? "Itu kewenangan Dishub Kalsel. Bukan milik pemko, tapi milik pemprov," ujarnya, kemarin.

"Kami kurang tahu apakah memang hilang (dicuri) atau sedang ada pemeliharaan," tambahnya.

CORETAN: Selain lantainya dicuri, halte ini juga menjadi korban vandalis.
CORETAN: Selain lantainya dicuri, halte ini juga menjadi korban vandalis.

Ditanya apa antisipasi Dishub agar kejadian serupa tak menimpa halte-halte lain, Ibni mengaku hanya bisa mengimbau. "Meminta masyarakat untuk sama-sama menjaga fasilitas publik," ujarnya.

"Soalnya, kalau kami pasang CCTV atau kamera pengawas, percuma saja bila perilaku masyarakatnya masih seperti itu,”

Bahkan, ditegaskannya, di kota ini kamera CCTV yang terpasang di ruang publik pun bisa hilang dicuri.

Disinggung soal keluhan warga atas halte yang kerap menjadi tempat tidur gepeng dan pesta miras, Ibni mengakui, selama ini Dishub tidak pernah berpatroli untuk mengawasi halte-halte di kota ini.

“Tapi akan kami sampaikan ke Satpol PP untuk ditindaklanjuti,” tukasnya.

Tegas, Kadishub Lapor Polisi

KEPALA Dinas Perhubungan Kalsel, M Fitri Hernadi memastikan pencurian lantai halte di Masjid Raya Sabilal Muhtadin bakal dilaporkan ke polisi.

"Insyaallah kami akan melapor," ujarnya kepada Radar Banjarmasin, Jumat (23/2).

Bukan hanya pencurian, Fitri juga akan melaporkan aksi vandalisme (coret-coret) yang menimpa sejumlah halte.

"Misalnya halte depan Hotel Galaxy di Jalan Ahmad Yani. Di situ juga terjadi vandalisme. Meskipun kejadian ini sudah ditindaklanjuti Pemko Banjarmasin," jelasnya.

Baginya, persoalannya bukan jumlahnya. Sedikit atau banyak halte yang dirusak.

Ditekankannya, hal seperti ini harus disikapi serius. Lantaran bila dibiarkan justru akan menimbulkan kebiasaan buruk.

"Kalau tidak disikapi, pasti akan merembet ke fasilitas publik lainnya. Korbannya nanti tidak hanya halte," tegasnya.

Soal halte yang menjadi tempat mangkal gelandangan atau tempat mabuk-mabukan, ia meminta Dishub di kabupaten dan kota untuk peduli. Minimal ada patroli untuk mengawasi halte-halte di wilayahnya.

"Atau, kalau perlu kami tambahkan kamera CCTV di masing-masing halte," pungkas Fitri.

Bukan hanya halte. Dishub juga mengeluhkan plang-plang rambu yang hilang dicuri.

Soal lain, Dishub akan memindahkan halte di Jalan Sudirman tersebut. Mengingat terlalu dekat dengan halte dan shelter terintegrasi yang dibangun pemko di Siring Nol Kilometer.
Rencananya dipindahkan ke kawasan lain yang belum memiliki halte. 

Editor: Syarafuddin

Editor : Arief
#Sabilal Muhtadin #Fasilitas Umum #banjarmasin #Transportasi #halte